HIPMI Jatim Bidik Pengusaha Pesantren Mulai 2018

id HIMPI Jatim, Digitalisasi UMKM, Musda HIMPI Jatim, pengusaha pesantren, santri pengusaha

HIPMI Jatim Bidik Pengusaha Pesantren Mulai 2018

Ketua Umum terpilih HIPMI Jatim Mufti Aimah Nurul Anam. foto : istimewa (jatim.antaranews.com)

fokus program pesantren dilakukan dengan memberikan pendampingan terintegrasi agar setiap pesantren bisa mengembangkan unit ekonominya, termasuk mendidik para santrinya menjadi wirausahawan
Surabaya (Antara Jatim) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim berencana membidik pengusaha di kalangan pesantren mulai 2018 dengan program Pesantrenpreneur, karena tingginya potensi ekonomi di kalangan santri.

Ketua Umum terpilih HIPMI Jatim Mufti Aimah Nurul Anam di Surabaya, Rabu mengatakan fokus program pesantren dilakukan dengan memberikan pendampingan terintegrasi agar setiap pesantren bisa mengembangkan unit ekonominya, termasuk mendidik para santrinya menjadi wirausahawan.

"Kami targetkan tiap tahun ada 15 pesantren yang didampingi. Dari sana kami berharap ada 1500 santri, berarti satu pesantren 100 santri, dengan penguasaan kewirausahaan yang mumpuni," katanya.

Pengusaha muda yang juga seorang dokter itu berharap, nantinya saat lepas dari pesantren, para santri bisa berdakwah sekaligus berwirausaha untuk kemandirian umat.

Selain itu, Mufti mengaku juga akan mengembangkan wirausaha di bangku SMA/SMK/MA, dengan melakukan edukasi kewirausahaan masif dan membentuk HIPMI pelajar.

"Tiap tahun kami targetkan terbentuk 25 HIPMI Pelajar di 25 SMA, dengan fokus sekolah-sekolah pinggiran, dan kami memprogramkan mobil kewirausahaan keliling yang diberi nama 'HIPMIPreneur Truck'," katanya.

Mobil itu, kata Mufti, akan dimodifikasi khusus dan berkeliling ke kampung-kampung untuk memberi pendampingan gratis ke toko kecil milik rakyat, kelompok perempuan produktif, dan siapa saja yang berminat menjadi pengusaha.

"Mobil itu keliling rutin dengan program pembelajaran kewirausahaan yang jelas, termasuk kita akan bantu redesain kemasan produk UMKM di kampung-kampung. Jadi di mobil itu juga ada tenaga konsultan keuangan sampai desainer untuk mendampingi warga yang berwirausaha di kampung-kampung,” jelas Mufti Anam.

HIPMI Jatim pada 2018 juga menargetkan memfasilitasi lahirnya 25 "start-up" alias bisnis rintisan unggulan melalui daring di Jatim, dengan fokus pada bisnis yang sesuai potensi lokal, khususnya agribisnis.

"Untuk semua program penumbuhan wirausahawan muda ini, kami juga menyiapkan program pendanaan bersama. Ini wujud kolaborasi zaman now. Jadi kami dorong anak muda dari santri sampai pelajar, untuk berwirausaha. Untuk modalnya, didanai bersama, termasuk kita pertemukan potensi start-up di Jatim dengan investor," katanya.

Sebelumnya, Mufti yang juga pengusaha bahan baku industri dan jaringan klinik kecantikan itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah HIPMI yang berakhir Rabu dinihari (13/12) di Surabaya.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar