1.200 Anak-Anak Disabilitas Surabaya akan Ikuti Kegiatan Dolanan Anak

id 1.200 Anak-Anak Disabilitas Surabaya, Ikuti Kegiatan Dolanan Anak

1.200 Anak-Anak Disabilitas Surabaya akan Ikuti Kegiatan Dolanan Anak

Ketua Dharma Wanita Surabaya Chusnur Ismiati menggelar jumpa pers terkait 1.200 anak-anak disabilitas di Kota Surabaya akan mengikuti kegiatan dolanan anak dalam rangka HUT ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang diselenggarakan di Bala

Kegiatan dolanan anak untuk memberikan pemahaman baik kepada orang tua maupun masyarakat bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan sama dihadapan Tuhan dan sesama
Surabaya (Antara Jatim) - Sekitar 1.200 anak-anak disabilitas di Kota Surabaya akan mengikuti kegiatan dolanan anak dalam rangka HUT ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang diselenggarakan di Balai Kota Surabaya, Sabtu (9/12).
     
Ketua Dharma Wanita Surabaya Chusnur Ismiati, di Surabaya, Kamis, mengatakan tujuan kegiatan dolanan anak yang nantinya dihadiri oleh 1.200 anak-anak disabilitas se-Surabaya.

"Kegiatan dolanan anak untuk memberikan pemahaman baik kepada orang tua maupun masyarakat bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan sama dihadapan Tuhan dan sesama," kata Chusnur saat menggelar jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya.  

Selain itu, lanjut dia, supaya orang tua anak disabilitas tidak menyembunyikan anak-anaknya dan berbesar hati untuk mau mengajak anaknya tampil di depan umum. 

"Lebih jauh, masyarakat pada akhirnya tidak aneh atau heran ketika bertemu dengan anak-anak semacam itu," katanya.

Menurut dia, untuk mendukung tumbuh kembang dan minat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), pada kegiatan tersebut, Dharma Wanita bersama jajaran terkait mengadakan beberapa macam lomba di antaranya lomba bina diri, mewarnai, menggambar, karnival, yel-yel, bowling, pentas seni, lomba fashion melalui pakaian daur ulang serta pemeriksaan kesehatan bagi ABK. 

"Beberapa perlombaan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka sejajar dengan anak-anak pada umumnya serta menampilkan karya baik melalui gambar dan musik meskipun dirundung keterbatasan fisik," ujar perempuan kelahiran Lamongan ini.

Dengan adanya kegiatan ini, Chusnur berharap anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus dilayani dengan baik tanpa ada diskriminasi sedikit pun. 

"Keterbatasan itu tidak permanen, kehidupan mereka sama dengan orang pada umumnya yakni duduk sama rendah, berdiri sama tinggi," kata perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum PAUD Kota Surabaya. 

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Surabaya Agnes Warsiati  mengatakan untuk memotivasi anak-anak berkebutuhan khusus agar tidak berkecil hati, pihaknya akan memberi apresiasi dalam bentuk piala atau tampil di acara-acara pemkot bagi anak-anak ABK.  

"Bentuk apresiasi ini untuk menyetarakan mereka dengan anak-anak reguler lainnya dan kembali menekankan kepada masyarakat bahwa mereka bukan beban tetapi mereka adalah anak-anak yang luar biasa," kata Agnes. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar