Bandeng 7,7 Kilogram Juarai Kontes Bandeng Kawak Sidoarjo

id Bandeng kawak, Sidoarjo

Bandeng 7,7 Kilogram Juarai Kontes Bandeng Kawak Sidoarjo

Bandeng kawak yang menjadi juara 1 kontes bandeng kawak yang diselenggarakan oleh Pemkab Sidoarjo, Rabu (6/12) (Indra)

Sidoarjo (Antara Jatim) - Bandeng kawak dengan berat 7,7 kilogram berhasil menjuarai kontes bandeng kawak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kabupaten setempat.

Sutriman selaku pemilik bandeng kawak, Rabu mengatakan, bandeng dengan pangan 89 centimeter itu akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tiga orang kontestan lainnya.

"Alhamdullilah saya bersyukur bisa menjuarai kontes bandeng kawak tahun ini," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Ia menceritakan, sebenarnya ada satu lagi ikan bandeng miliknya yang diperkirakan memiliki berat lebih dari 7 kilogram dengan panjang sekitar 1,5 meter.

"Namun, pada saat akan ditangkap masih sulit  sehingga yang berhasil ditangkap dan diikutsertakan dalam perlombaan ini adalah bandengnya yang memiliKi berat 7,7 kilogram itu," katanya.

Ia mengatakan, budaya bandeng kawak ini merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Sidoarjo dan itu harus terus dilestarikan karena bisa menjadi warisan budaya dari kabupaten setempat.

Dia mengaku, bandeng yang diikutkan kontes tahun ini merupakan bandeng yang sudah dipelihara selama bertahun-tahun. Dia mengklaim, masih ada bandeng yang lebih besar dari bandneg yang dikonteskan itu.

"Sekalipun bandeng yang diikutkan dalam kontes ini bukan bandeng yang terbesar tetapi saya tetap bersyukur akhirnya bisa menjadi juara dalam perlombaan ini," katanya.

Sementara, juara dua kontes bandeng itu diraih oleh Mustofa, petambak asal Kupang, Jabon dengan bandeng berukuran 84,5 centimeter, berat 5,55 kilogram dan juara tiga yaitu Kanifan, petambak asal Sawohan, Buduran dengan berat bandeng 5,34 kilogram panjang 81 centimeter.

"Sebenarnya biasanya ada lima kontestan, satu nanti gugur. Berhubung ini sungai sedang meluap dan berdampak pada tambak, sehingga petambak sulit menangkap ikan," jelas Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin pada kesempatan yang sama.

Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, tradisi Bandung kawah ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan tetap dilestarikan sampai sekarang ini terutama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Kami akan terus berupaya supaya festival bandeng kawak yang menjadi salah satu ikon budaya yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini bisa terus dilestarikan dan untuk selanjutnya bandeng kawak ini akan dilelang," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar