Dampak Keracunan Massal, Sosro Hentikan Program Promo ke Sekolah

id keracunan Sosro, keracunan massal, siswa keracunan, teh sosro

Dampak Keracunan Massal, Sosro Hentikan Program Promo ke Sekolah

Foto kolase peristiwa keracunan masal, penanganan medis di RSUD dr Iskak, hingga pemeriksaan barang bukti teh kemasan merek Sosro di lokasi kejadian, SDN II dan IV Kepatihan, Tulungagung, Rabu (15/11) (destyan sujarwoko)

Tak hanya di Tulungagung, penghentian sementara kegiatan 'Sosro Goes to School' juga berlaku secara nasional
Tulungagung (Antara) - Manajemen Perusahaan Teh Sosro memutuskan menghentikan seluruh kegiatan promosi ke sekolah yang dikemas dalam program "Sosro Goes to School" pascakejadian keracunan masal yang dialami puluhan siswa SDN III dan IV Kepatihan, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/11).
    
"Ya, kami hentikan sementara kegiatan 'Sosro Goes to School'," kata Vice General Manager Branch and Marcomm PT Sinar Sosro Devyana Tarigan saat dikonfirmasi wartawan usai bertemu dengan para wali murid korban keracunan masal di Tulungagung, Rabu.
    
Program promosi produk anyar teh Sosro dalam kemasan kertas berlapis alumunium foil di Tulungagung sendiri diakui menjadi tidak tuntas.
    
Dari 10 sekolah SD dan SMP yang menjadi target sasaran, baru SDN III dan IV yang mereka masuki, namun ternyata berujung terjadinya keracunan masal siswa usai meminum minuman teh sosro yang menggunakan kemasan ramah lingkungan tersebut.
    
Karena ada kejadian yang tidak diinginkan tersebut, kata Devy, manejemen Teh Sosro memilih untuk menghentikan sementara kegiatan tersebut sambil menunggu hasil laboratorium.
    
"Tak hanya di Tulungagung, penghentian sementara kegiatan 'Sosro Goes to School' juga berlaku secara nasional," katanya.
    
Devy mengaku, peristiwa yang terjadi di Tulungagung tersebut bukanlah yang pertama kalinya.
    
Hal serupa juga pernah terjadi di daerah Jogjakarta. Namun jumlah siswa yang mengalami mual dan muntah tidak sebanyak di Tulungagung.
    
Menurutnya, saat itu hanya sekitar 20 siswa. "Saat diuji lab, ternyata penyebabnya bukan dari teh Sosro, melainkan dari bahan makanan lain," ujarnya.
    
Kata Devy, untuk kejadian di Tulungagung, pihak Sosro belum bisa memberikan keterangan secara pasti, karena hingga kini hasil laboratorium dari sampel yang dikirimkan ke lab belum keluar.
    
"Makanya itu, kegiatan kami hentikan dulu," ujarnya.
    
Selain menunggu hasil lab dari Dinkes dan Polres Tulungagung, manajemen Sosro juga mengecek sendiri produknya, yaitu teh botol Sosro kemasan kaca, dengan mengirimkan sampel produk ke BBIA (Balai Besar industri Agro) di Bogor.
    
"Hasilnya akan keluar sebulan mendatang," katanya.
    
Peristiwa keracunan masal terjadi di SD satu atap yang ditempati untuk kegiatan belajar-mengajar siswa-siswi SDN III dan IV Kepatihan pada Rabu (15/11) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.
    
Jumlah siswa yang dilaporkan terdampak dan mengalami gejala pusing, mual dan sebagian muntah mencapai 80-an siswa.
    
Jumlah itu termasuk siswa yang dirawat di RSUD dr Iska, puskesmas maupun rawat jalan di sekolah.
    
"Saat ini, seluruh siswa sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing," kata Kabag Humas dan Pemasaran RSUD dr Iskak, Tulungagung Moch Rifai.
    
Kasus keracunan masal terjadi hanya sesaat setelah ratusan siswa SDN III dan IV Kepatihan mengikuti "game" (permainan) berhadiah teh kemasan gratis dalam rangka event HUT teh botol Sosro di sekolah satu atap tersebut. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar