Jember Diterjang Longsor dan Puting Beliung

id angin puting beliung, kabupaten jember, bpbd jember

Jember Diterjang Longsor dan Puting Beliung

Sebuah pohon tumbang mengenai bangunan rumah akibat angin puting beliung di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember (Foto BPBD Jember)

Angin puting beliung tersebut menyebabkan rumah warga atas nama Buamin (60) dan Holik (23) mengalami kerusakan ringan, kandang ayam berukuran 50 meter x 10 meter milik Sayuti (57) roboh, serta fasilitas umum mushala SDN Jatimulyo 01 tertimpa pohon
Jember (Antara Jatim) - Tanah longsor dan angin puting beliung melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga menyebabkan sejumlah rumah rusak, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Bencana longsor plengsengan terjadi di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, pada Senin (20/11) malam yang menyebabkan runtuhnya dinding penahan sungai, sedangkan hari ini angin puting beliung melanda Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember, Selasa.

Menurutnya tanah longsor tersebut mengancam tiga rumah warga yang berada di sekitar plengsengan karena potensi terjadi longsor susulan cukup besar akibat retakan tanah dan faktor cuaca.

"Pihak pemerintah desa berharap di sepanjang daerah aliran sungai tersebut mendapat perhatian serius dan bisa dibangun dinding penahan, agar tidak mengancam rumah warga yang berada di sekitar plengsengan yang ambrol," tuturnya.

Sementara hujan deras yang disertai angin puting beliung mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di sepanjang jalan Desa Seruni Darungan dan Desa Jatimluyo di Kecamatan Jenggawah hingga menyebabkan akses jalan tertutup.

"Angin puting beliung tersebut menyebabkan rumah warga atas nama Buamin (60) dan Holik (23) mengalami kerusakan ringan, kandang ayam berukuran 50 meter x 10 meter milik Sayuti (57) roboh, serta fasilitas umum mushala SDN Jatimulyo 01 tertimpa pohon," katanya.

Heru mengatakan Tim Reaksi Cepat BPBD Jember melakukan assesment di titik lokasi dan melakukan pemotongan kayu yang dibantu oleh warga untuk membuka akses jalan di dua desa tersebut.

Ia mengatakan angin puting beliung memang tidak bisa diprediksi, namun bisa dilihat dengan tanda berupa adanya awan CB (Comolonimbus) atau awan tebal dengan pinggiran putih yang jelas dan ada tanda pusaran di tengah kumpulan awan.

"Kami imbau masyarakat tetap waspada saat hujan turun yang kadang-kadang disertai angin puting beliung, sehingga pengguna jalan juga diminta waspada saat melintas di sekitar pohon tinggi yang rawan tumbang," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Jember tercatat bencana angin puting beliung merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi di Kabupaten Jember sejak Januari hingga November 2017 dengan jumlah 35 kejadian.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar