Rupiah dan IHSG Menguat Tipis

id Rupiah dan IHSG Menguat Tipis

Rupiah dan IHSG Menguat Tipis

Rupiah (dok.antaranews.com)

Zubi Mahrofi
Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat tipis sebesar empat poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Selasa, dibuka menguat sebesar 8,95 poin .

 Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat tipis sebesar empat poin menjadi Rp13.525 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.520 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Dolar AS menguat karena harga minyak mentah dunia memasuki fase konsolidasi," kata Kepala Riset monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude bergerak menguat ke level 56,50 dolar AS per barel, dan Brent Crude stabil di posisi 62,32 dolar AS per barel.

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa menjelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan depan dengan proyeksi pasar The Fed akan menaikan suku bunga, memicu akumulasi dolar AS.

"Kenaikan suku bunga The Fed menimbulkan minat investor untuk mengumpulkan dolar AS, situasi itu akan menahan laju mata uang di negara-negara berkembang, termasuk rupiah," katanya.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa dari dalam negeri, survei Pemantauan Harga Bank Indonesia pada pekan kedua November 2017 menyebutkan bahwa inflasi bulanan sebesar 0,18 persen, atau menunjukkan sedikit peningkatan dibanding pekan pertama yang sebesar 0,14 persen.

"Itu secara tidak langsung berimbas pada melemahnya laju rupiah," katanya.

IHSG  

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Selasa, dibuka menguat sebesar 8,95 poin ditopang sentimen domestik.

IHSG BEI dibuka menguat 8,95 poin atau 0,15 persen menjadi 6.062,23. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,28 poin (0,23 persen) menjadi 1.013,23.

"IHSG melanjutkan kenaikan meski sentimen positif yang beredar relatif terbatas," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.

Sentimen dari dalam negeri, Nico  mengemukakan bahwa pemerintah berencana melanjutkan program amnesti pajak. Pemerintah membuka jendela ampunan bagi yang tidak ikut amnesti pajak dan bagi peserta amnesti pajak yang belum melaporkan seluruh hartanya.

"Diharapkan, kebijakan itu bisa lebih optimistis mendekati target APBNP 2017," katanya.

Sementara eksternal, lanjut dia, investor masih dibayangi oleh geopolitik Timur Tengah yakni ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran yang kian memanas. Menteri luar negeri Arab Saudi dan negara Arab lain mengecam Iran.

Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa faktor aksi ambil untung membayangi pergerakan IHSG setelah sempat bergerak menuju level tertingginya.

"Pergerakan IHSG juga dibayangi pergerakan rupiah yang mendatar dengan kecenderungan melemah," kata Reza.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 255,76 poin (1,15 persen) ke 22.517,09, indeks Hang Seng menguat 273,62 poin (0,94 persen) ke 29.533,93 dan Straits Times menguat 30,30 poin (0,89 persen) ke posisi 3.416,89. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar