Dikepung Ratusan Warga dan Polisi, Anggota Komplotan Gendam Tertangkap (Video)

id gendam, trenggalek, penipuan gendam, komplotan gendam

Dikepung Ratusan Warga dan Polisi, Anggota Komplotan Gendam Tertangkap (Video)

Petugas saat menemukan mobil Honda Mobilio nopol N-817-VS yang ditinggal tiga anggota komplotan pelaku gendam di hutan Dongko, Trenggalek, Rabu (15/11). (ist)

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Trenggalek yang begitu peduli dalam membantu petugas, menyekat titik-titik yang dianggap jalur pelarian. Tanpa bantuan masyarakat, ini tidak bisa terbantu
Trenggalek (Antara Jatim) - Aparat kepolisian dibantu warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menangkap satu dari tiga pelaku penipuan bermodus pengobatan alternatif (gendam) yang sempat kabur ke dalam hutan saat dikejar petugas.

"Satu pelaku berinisial MAR sudah kami tangkap saat yang bersangkutan berada di warung di daerah lokasi pemancar TVRI di Dongko, diduga untuk istirahat makan mi di tengah pelariannya," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana di Trenggalek, Kamis.

Masih ada dua pelaku lain yang samkpai saat ini masih dalam pengejaran.

Andana menjelaskan, MAR yang berperan sebagai sopir dalam komplotan penipuan dengan cara gendam itu ditangkap pada Rabu (15/11) sores, sehari setelah komplotan asal Pasuruan (Wonorejo) ini melakukan penipuan dengan cara gendam terhadap seorang nenek bernama Musiyem (77) di Desa Gamping, Kecamatan Suruh.

Modus penipuan diduga dengan cara gendam itu dilakukan dengan menawarkan jasa pengobatan alternatif yang sasarannya rata-rata adalah perempuan tua di pedesaan yang mengenakan perhiasan seperti kalung, giwang/anting-anting, gelang dan sebagainya.

Menurut penjelasan Andana, Musiyem adalah korban komplotan gendam asal Pasuruan yang masuk ke desanya di Desa Gamping, Kecamatan Suruh lalu bersandiwara seolah sedang mencari rumah seseorang.

"Namun kemudian, salah satu pelaku yang turun untuk seolah bermaksud menanyakan alamat orang ini lalu menebak korban yang ditarget sedang menderita penyakit tertentu dan menawarkan bahwa di dalam mobil (Honda Mobilio warna abu-abu nopol N-817-VS) yang ditumpangi ada seorang paranormal atau kiai ternama yang bisa membantu mengobati," paparnya.

Lanjut Andana, korban Musiyem terpedaya tawaran pengobatan alternatif itu dan bersedia masuk ke dalam mobil untuk diterapi oleh tabib gadungan yang berpakaian ala kiai dan bersorban.

"Saat dilakukan pengobatan itulah perhiasan emas korban dilucuti dan diganti dengan sebungkus biji-bijian tertentu serta uang Rp2 ribuan yang disebut sebagai syarat untuk kesembuhan dari penyakit," ujarnya.

Musiyem baru tersadar saat diturunkan dari mobil lalu ditinggal pelaku.

"Korban lalu melapor ke warga dan perangkat sehingga dikoordinasikan dengan petugas babinkamtibmas dan babinsa setempat sehingga segera dikoordinasikan dengan seluruh jajaran dan dilakukan pencegatan di segala penjuru jalur yang mungkin dilalui," katanya.

Petugas dibantu ratusan warga di sejumlah titik dengan cepat bergerak melakukan pengepungan di jalur-jalur yang mungkin dilalui.

"Kami juga dibantu oleh warga, ada banyak sekali. Bahkan tanpa bantuan warga sulit untuk menangkap pelaku," ujarnya.

Kata Andana, dalam pengejaran tersebut polisi dan warga berhasil mengidentifiksi mobil yang digunakan pelaku yang melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke wilayah Kecamatan Dongko.

"Kami kejar, pelaku ini belok di kawasan hutan di Blok Tumpak Nongko di Desa Puru, Kecamatan Suruh. Karena habis hujan akhirnya mobil itu terjebak lumpur, sehingga ditinggal pelaku dan kabur berpencar ke dalam hutan," katanya.

Dalam proses penyisiran yang dilakukan oleh tim gabungan, salah seorang pelaku MAR berhasil ditangkap saat sedang berada di salah satu warung, diduga kelaparan.

Sementara itu dua pelaku lain, hingga kini masih dalam pencarian yang menurut Sumi Andana telah terlokalisir posisinya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Trenggalek yang begitu peduli dalam membantu petugas, menyekat titik-titik yang dianggap jalur pelarian. Tanpa bantuan masyarakat, ini tidak bisa terbantu," tutur Sumi Andana.

Ia menegaskan kedau pelaku yang tersisa terus akan dikejar sampai tertangkap, dengan membentuk dan menebar tiga tim buru sergap ke beberapa titik wilayah yang dicurigai.(*)
Video Oleh Destyan H Sujarwoko


Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar