Polrestabes Surabaya Tangani Kasus Pengeroyokan Suami-Istri

id pengeroyokan, suami, istri, polrestabes, surabaya

Polrestabes Surabaya Tangani Kasus Pengeroyokan Suami-Istri

Korban Tommy Wijaya saat melapor di Polrestabes Surabaya, Senin (13/11). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Bahkan sampai parkiran saya masih dikejar. Istri saya juga didorong-dorong oleh mereka
Surabaya (Antara Jatim) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangani kasus pengeroyokan terhadap pasangan suami-istri, setelah korban secara resmi melayangkan laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).   
     
"Tadi kami langsung terjunkan anggota piket reserse kriminal ke tempat kejadian perkara dan korban sudah kami arahkan untuk membuat laporan polisi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Leonard Sinambela saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin. 
     
Pasangan suami istri yang menjadi korban pengeroyokan adalah Tommy Wijaya dan Ading Cahyawati, keduanya berusia 30 tahun. 
     
Keduanya dikeroyok oleh sekitar delapan laki-laki tak dikenal di tempat kerjanya, Ruko  Merr Icon 21, R33, Surabaya, pada sekitar pukul 11.30 WIB . 
     
"Istri saya Direktur Utama di kantor itu. Kami datang untuk mengambil beberapa inventaris kantor. Kemudian datang delapan laki-laki ini mengusir kami secara paksa," katanya. 
     
Tommy menjelaskan, kantor yang dipimpin istrinya itu berdiri sejak 2013 berdasarkan kesepakatan kongsi usaha dengan rekannya dan kini sudah hampir gulung tikar. 
     
"Kami membawa sejumlah bukti tertulis bahwa kami juga memiliki hak atas inventaris kantor itu," katanya.
     
Namun delapan orang lelaki yang tidak dikenal menghalanghalanginya. 
     
"Saya tidak kenal mereka. Delapan laki-laki itu bertato. Saya dilarang mengambil inventaris kantor. Leher saya dipiting dan saya dipaksa keluar kantor. Bahkan sampai parkiran saya masih dikejar. Istri saya juga didorong-dorong oleh mereka," ucapnya.
     
Kepada wartawan yang menemuinya di SPKT Porlestabes Surabaya, Tommy menunjukkan sejumlah luka yang dialaminya setelah diusir paksa oleh delapan lelaki bertato tersebut.
     
Tampak beberapa luka lecet yang memerah di beberapa bagian tubuhnya. Kaos dan celena pendek yang dikenakannya tampak kotor oleh debu akibat sempat bergumul dengan delapan lelaki yang mengusirnya secara paksa.
     
Leonard memastikan setelah lapran polisi dari kedua korban pasangan suami-istri ini telah diterbitkan, pihaknya akan menindaklanjuti penyelidikan kasus tersebut. 
     
"Kami masih menunggu Laporan Polisi masuk ke meja kami. Begitu pula kami masih menunggu hasil hasil visum luka yang yang diderita korban. Jika sudah, tentu kami akan bergerak ke tahap selanjutnya," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar