Eks TKI Malaysia Sukses Dirikan "Tomyam Kelapa"

id EKS TKI, TKI MALAYSIA, usaha TKI, usaha tomyam, TOMYAM KELAPA, tomyam lumajang, usaha resto

Eks TKI Malaysia Sukses Dirikan

Buruh berdesak-desakan naik ke kapal angkutan resmi KM Nunukan Ekspres yang ditumpangi TKI yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (1/4). ANTARA FOTO/M.Rusman/p

"Suaminya sudah lama menjadi pengguna jasa BNI Remittance (jasa pengiriman uang). Kami tidak memberikan pelatihan entrepreneurship karena kita sudah ada Edukasi Untuk Bangsa (EUB)," katanya.
Kuala Lumpur (Antara) -  Eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Elly Lailatul Qomariyah (37), kini sukses mendirikan rumah makan House Of Tom Yang dengan kekhasan menggunakan buah kelapa di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

"Saya dulu awalnya 'cleaner' di Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mendirikan usaha Tom Yam," ujar Elly ketika dihubungi Antara Kuala Lumpur melalui whatsapp di kediamannya di Lumajang, Rabu.

Minggu (4/11) Elly diundang secara khusus oleh Bank Negara Indonesia (BNI) bersama keluarganya untuk memberikan testimoni di Hotel Seri Pacific Kuala Lumpur di sela-sela peluncuran Kartu Pekerja Indonesia Malaysia (KPMI).

Dengan dipandu komedian Cak Lontong, Elly menceritakan kisah sukses-nya dihadapan ratusan TKI yang menghadiri acara Panggung Kesenian Nusantara 2017.

Elly mengatakan dirinya dulu bekerja di Malaysia  sebagai tukang bersih-bersih atau cleaner di Perusahaan YRP Garden & Pool Services, Kampung Pandan, Kuala Lumpur.

"Setelah modalnya cukup saya dan suami kemudian pulang ke Indonesia," menurut wanita yang visa-nya baru habis pada 04 Novemmber 2017 ini.

Elly mengatakan dirinya sekarang mempunyai usaha Resto House Of Tom Yam di Lumajang dengan konsep sajian di buah kelapa.

House Of Tom Yam beralamatkan di Jalan Jenderal Sutoyo, Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Saat balik masih 'limpang limpung' atau bingung. Kebetulan hobi masak sehingga kecemplung di bisnis kuliner.

Awalnya saya kesulitan dana karena tidak ada usaha gratis. Alhamdulillah setelah ada pinjaman BNI usaha saya terwujud. Awalnya pinjam Rp50 juta untuk pembelian peralatan dan sewa bangunan," katanya.

Dia menganjurkan kepada para TKI agar mempunyai tabungan untuk persiapan balik ke Indonesia.

"Resto sudah berjalan enam bulan. Kami ada karyawan bagian masak satu, bagian minuman satu dan bagian pelayanan satu," katanya.

Elly juga giat mempromosikan olahan teri laut Medan milik suaminya.

"Suami saya orang Pantura. Mertua punya kapal. Saya mengemas olahan laut teri Medan, cumi. Sudah dijual lewat Tokopedia, facebook," katanya.

Tentang media buah kelapa, dia mengatakan buah kelapa di Lumajang harganya murah sehingga dia manfaatkan.

"Di Lumajang tom yam sudah banyak, cuma yang  memakai buah kelapa jarang. Jadi punya saya rasa-nya segar karena kuahnya langsung dituang ke buah kelapa sehingga lebih segar," katanya.

Selain itu dia hingga sekarang juga masih menggunakan milo dari Malaysia untuk membuat es milo.

Representative BNI Kuala Lumpur, Wisang Purnomo mengatakan Elly merantau ke Malaysia bersama suaminya.

"Suaminya sudah lama menjadi pengguna jasa BNI Remittance (jasa pengiriman uang). Kami tidak memberikan pelatihan entrepreneurship karena kita sudah ada Edukasi Untuk Bangsa (EUB)," katanya.

Wisang mengatakan pasangan suami istri tersebut sudah sekitar sepuluh tahun menjadi TKI di Malaysia.

"Kami memang belum memberikan pelatihan khusus kewirausahaan namun pada tahun depan kami akan memberikan edukasi kewirausahaan kepada TKI langsung ke praktik ke UKM  di Malaysia," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar