DPRD Berharap Ada Kerja Sama "Sister City" Freiburg-Surabaya

id Komisi C DPRD Surabaya, Kerja Sama, Sister City, Freiburg-Surabaya

 DPRD Berharap Ada Kerja Sama

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey (Abdul Hakim)

Mereka siap untuk memberikan bantuan atau pendampingan teknis dalam perancangan pilot projek gedung ramah lingkungan yang diawali dari seluruh gedung ataupun kantor pemerintahan serta rusun milik Pemkot Surabaya
Surabaya (Antara Jatim) - Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya mengharapkan adanya kerja sama "sister city" antara Kota Freiburg, Jerman dengan Kota Surabaya terkait dengan persoalan perkotaan.
     
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey, di Surabaya, Senin, mengatakan jika kerja sama itu dilakukan, kedepannya jika Surabaya membutuhkan bantuan teknis misalnya untuk merancang perda terkait ramah lingkungan atau lainnya, maka pemerintah setempat bersedia memberikan bantuan teknis. 

"Mereka siap untuk memberikan bantuan atau pendampingan teknis dalam perancangan pilot projek gedung ramah lingkungan yang diawali dari seluruh gedung ataupun kantor pemerintahan serta rusun milik Pemkot Surabaya," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia khususnya Surabaya masih banyak yang belum paham guna menghemat listrik di rumah untuk masa depan. Untuk itu, lanjut dia, tidak ada salahnya jika Pemkot Surabaya mencontoh kebijakan Pemerintah Freiburg melakukan penghematan pemakaian energi. 

Awey menjelaskan ada banyak hal pengetahuan yang ia dapatkan pada saat melakukan kunjungan kerja ke Freiburg beberapa waktu lalu. Salah satunya yang Awey dapatkan bahwa setiap gedung atau rumah di Freiburg  yang bersedia memproduksi dan memasang sumber energi terbarukan seperti solar energi atau sumber energi baru terbarukan lainnya akan mendapat subsidi secara langsung sebesar 10 Persen dari total investasi.

"Penghematan energi sangat penting, mengingat akhir-akhir ini terjadi krisis energi di dunia," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, dalam pelaksanaan program hemat energi perlu adanya sosialisasi dari pemerintah pusat, pemerintahan daerah dan lembaga masyarakat daerah dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya hemat energi sehingga program tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan. 

"Mungkin inilah yang dinamakan satu langkah kecil untuk mencapai hal besar. Tinggal bagaimana kita menentukan, melangkah menuju hal positif atau malah sebaliknya," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar