Polisi Selidiki Dugaan KUR Fiktif BNI Madiun

id Polisi Selidiki Dugaan KUR Fiktif BNI Madiun, polres madiun, Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun, kredit usaha rakyat, KUR, pinjaman KUR, pinjaman KUR

Polisi Selidiki Dugaan KUR Fiktif BNI Madiun

Korupsi Kredit Fiktif KUR Sembilan terdakwa mantan pegawai bank Jatim cabang Jombang mengikuti sidang dugaan korupsi fiktif dana kredit usaha rakyat atau kur di Pengadilan Tinggi Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/3).

Madiun (Antara Jatim) - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menyelidiki dugaan aliran
dana fiktif kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan BNI Cabang Madiun
kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera dengan nilai
mencapai miliaran rupiah.


Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun AKP Ngadiman Rahyudi kepada
wartawan, Minggu, mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi
dalam kasus tersebut, termasuk di antaranya dari pihak BNI 46.


"Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang kami periksa. Dua saksi di
antaranya adalah pejabat BNI. Termasuk juga saksi kepala koperasi dan
nasabah," ujar AKP Ngadiman.


Menurut dia, pemeriksaan para saksi tersebut guna melengkapi syarat
perhitungan kerugian negara di Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.


Pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara di Polda Jatim. Hal itu
sesuai mekanisme, dimana permintaan perhitungan kerugian negara ke BPKP
harus melalui Polda.


Ia menjelaskan, modus dari kasus tersebut adalah Koperasi Simpan
Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera yang berada di Desa Tambakmas,
Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun mengajukan permohonan KUR ke BNI
Cabang Madiun.


Namun, dalam pengajuan diduga koperasi tersebut merekayasa data
anggotanya sebagai pemohon kredit yang seakan-akan mengajukan KUR ke
BNI. Padahal anggota koperasi tersebut banyak yang mengaku tidak
mengajukan KUR.


Rekayasa tersebut diduga terjadi selama proses pengajuan KUR tahun
2012-2014. Data nama-nama yang dicantumkan dalam penerimaan dana KUR
dari BNI Cabang Madiun fiktif sekitar 300 orang. Kerugian negara
diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.


Kasus ini masih didalami lebih lanjut oleh Penyidik Tindak Pidana
Korupsi Polres Madiun. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus
tersebut. (*)

Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar