Sekretariat DPRD Surabaya Usulkan Alternatif Tempat Ibadah (Video)

id Sekretariat DPRD Surabaya, Usulkan, Alternatif Tempat Ibadah

Sekretariat DPRD Surabaya Usulkan Alternatif Tempat Ibadah (Video)

Sekretaris DPRD Surabaya Hadi Siswanto (Abdul Hakim)

Saya usul dua tempat ibadah alternatif untuk masyarakat umum dan pegawai di lingkungan DPRD Surabaya yakni di atas basement Balai Pemuda dan ruang merokok lantai dua gedung DPRD
Surabaya (Antara Jatim) - Sekretariat DPRD Kota Surabaya mengusulkan dua alternatif tembat ibadah sebagai ganti masjid yang dibongkar selama pembangunan gedung baru DPRD setempat berlangsung.
     
"Saya  usul dua tempat ibadah alternatif untuk masyarakat umum dan pegawai di lingkungan DPRD Surabaya yakni di atas basement Balai Pemuda dan ruang merokok lantai dua gedung DPRD," kata Sekretaris DPRD Surabaya Hadi Siswanto kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, ruang merokok di lantai dua DPRD Surabaya yang selama ini tidak difungsikan akan diubah menjadi tempat sholat bagi pegawai DPRD Surabaya, sedangkan basement Balai Pemuda untuk  masyarakat umum.

Hadi mengatakan pihaknya sudah mengajukan alternatif tempat ibadah sebelum pembongkaran masjid tersebut dilakukan. "Dulu saya mengajukan gedung Balai Pemuda yang sebelah barat itu untuk penggati musjid untuk sementara selama proses pembangun ini," kata Hadi. 

Usulan tersebut, lanjut dia, semula disetujui, namun tiba-tiba ada pertimbangan lain karena gedung Balai Pemuda sebelah barat sering digunakan untuk kegiatan, sehingga gedung itu tidak bisa digunakan sebagai tempat ibadah.

Hadi mengatakan sebelumnya sudah ada rapat dengan pihak Bappeko dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya terkait pembongkaran masjid  tersebut. 

Sejumlah pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya memprotes pembongkaran masjid di kawasan gedung DPRD Kota Surabaya dengan mendatangi langsung lokasi pembongkaran masjid di Jalan Yos Sudarso.

Wakil Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya Khoirur Roziqin mengaku kaget dengan pembongkaran masjid akibat dari pembangunan gedung baru DPRD Surabaya yang selama ini tidak melibatkan atau meminta pendapat dari organisasi masyarakat (ormas) Islam.

"Kami menyayangkan sikap Pemkot Surabaya yang terkesan terburu-buru melakukan pembongkaran. Apalagi tidak menyiapkan tempat ibadah sementara sebagai pengganti masjid itu," katanya.

Kedatangan para pengurus Ansor Surabaya tersebut dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Kembalikan Masjid Kami" di bangunan masjid yang telah diruntuhkan tersebut.

Selain itu, lanjut dia, GP Ansor Surabaya juga telah berkirim surat kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang isinya meminta penjelasan soal pembongkaran masjid. (*)
Video Oleh Abdul Hakim


Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar