Overkapasitas, RSUD Trenggalek Bangun Gedung Rawat Inap Baru

id RSUD Trenggalek, RSUD dr Soedomo, Trenggalek

Overkapasitas, RSUD Trenggalek Bangun Gedung Rawat Inap Baru

Bangunan baru RSUD dr Soedomo, Trenggalek (Ist//www.lingkartrenggalek.blogspot.co.id)

"Volume pasien untuk kelas I dan II itu rata-rata mencapai 90 persen. Padahal idealnya tingkat hunian yang ideal adalah antara 60 sampai dengan 80 persen," katanya.
Trenggalek (Antara Jatim) - RSUD dr Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur segera memiliki gedung rawat
inap baru untuk menampung pasien kelas I dan II yang selama ini kerap
tidak tertampung akibat keterbatasan fasilitas yang dimiliki rumah sakit
daerah tersebut.


"Pembangunan sampai saat ini masih berlangsung dan sudah masuk
tahap akhir (pekerjaan/proyek)," kata Direktur RSUD dr Soedomo
Trenggalek Saeroni di Tulungagung, Kamis.


Ia berharap pengoperasian fasilitas ruang baru dengan konstruksi
tiga lantai itu bisa dimulai awal 2018. Pembangunan gedung rawat inap
baru telah dimulai sejak awal 2016 dan diperkirakan rampung akhir tahun
ini.


"Kapasitas atau daya tampung gedung rawat inap yang baru ini nantinya sebanyak 72 tempat tidur," ucapnya.


Saeroni menjelaskan, penambahan ruang rawat inap sengaja dilakukan
lantaran daya tampung ruang RSUD dr Soedomo selama ini sangat terbatas,
sementara jumlah pasien terus bertambah.


"Volume pasien untuk kelas I dan II itu rata-rata mencapai 90
persen. Padahal idealnya tingkat hunian yang ideal adalah antara 60
sampai dengan 80 persen," ujarnya.


Saeroni menambahkan, selain fasilitas ruang rawat inap, manajemen
RSUD dr Soedomo juga akan segera mengoperasikan gedung baru untuk
Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Saat ini bangunan baru tersebut masih dimanfaatkan untuk poli rawat jalan.


"Untuk poli saat ini masih dilakukan pembenahan, agar lebih teduh.
Nanti kalau ini sudah selesai ruang poli akan kembali ke lokasi semua,
sedangkan IGD yang saat ini di graha akan segera menempati gedung yang
baru," ujarnya.


Masyarakat Trenggalek yang memiliki jumlah penduduk sekitar 650
ribu jiwa sangat mengandalkan layanan RSUD dr Soedomo untuk berobat,
selain juga beberapa rumah sakit swasta, klinik dan puskesmas di tingkat
kecamatan yang memiliki fasilitas rawat inap.


Namun, untuk jenis penyakit kronis/berat, sebagian warga memilih
menggunakan jasa layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit di
Tulungagung yang berjarak sekitar 35 kilometer dari masing-masing pusat
kota, termasuk di RSUD dr Iskak Tulungagung yang merupakan rumah sakit
rujukan tingkat Provinsi Jatim di wilayah barat.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar