Wagub Jatim Minta Percepatan Penanganan Kekeringan

id Wagub Minta, Penanganan Kekeringan, Dilakukan dengan Cepat, pemprov jatim

Wagub Jatim Minta Percepatan Penanganan Kekeringan

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah di Kediri, Jawa Timur, Rabu (20/9) malam. (Foto Asmaul Chusna)

Kondisi alam yang tidak bisa diatasi dengan sumur bor, jadi perlu pasokan air bersih. Itu kami minta dikirim dan diatasi semua
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jatim menginstrusikan jajarannya agar melakukan
penanganan bencana kekeringan di wilayah Jatim dengan cepat sehingga
masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa segera mendapatkan
pelayanan.


"Kondisi alam yang tidak bisa diatasi dengan sumur bor, jadi perlu
pasokan air bersih. Itu kami minta dikirim dan diatasi semua," kata
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Kediri, Rabu (20/9) malam.


Ia mengatakan dari laporan yang masuk ke Pemerintah Provinsi Jatim,
jumlah daerah yang dilanda kekeringan setiap tahun berkurang. Jika
dahulu hingga 600 desa yang dilaporkan mengalami kekeringan, lambat laun
berkurang menjadi sekitar 400 desa dan dari laporan yang terakhir
tinggal sekitar 200 desa yang memerlukan bantuan.


Bencana itu rutin terjadi di sejumlah daerah setiap tahun dan merata di seluruh wilayah.


Namun, pemerintah provinsi juga sudah meminta agar satuan terkait
segera bertindak memberikan bantuan. Selain pengiriman air, juga upaya
mencari sumber air bersih di tempat lainnya.


"Kami sangat bersyukur setiap tahun turun, tapi ini semua kan
kemarau panjang dan ada beberapa daerah yang kami juga mencoba
mengatasinya, misalnya di Bojonegoro. Sebenarnya hampir di semua
kabupaten ada, tapi tidak semua, hanya desa tertentu," ujar pria yang
akrab disapa Gus Ipul itu.


Gus Ipul mengakui dengan jumlah daerah yang mengalami kekeringan
dan memerlukan bantuan hingga sekitar 200 daerah itu, sudah termasuk
darurat.


Untuk itu, pemerintah provinsi mencoba melakukan beragam memberikan solusi guna mengatasi kekeringan.


"Makanya kami buat sumur bor, bendung-bendung, kan kami mempunyai
geomembran. Selain itu juga ada program pipanisaasi dan itu tergantung
kondisi geografis," katanya.


Di Kabupaten Kediri, terdapat sejumlah daerah yang rawan kekurangan air bersih karena debit air yang turun.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri
menyebut debit air sungai yang turun itu terjadi di Desa Kalipang,
Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Penurunan itu karena pengaruh
kemarau panjang.


"Penurunan debit itu wajar karena kemarau. Namun, yang jelas di
Kabupaten Kediri tidak ada bencana kekeringan," kata Pelaksana Tugas
Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha.


Ia mengatakan beberapa debit yang turun misalnya di sumber air
kucur, jabon, genting, dan bencok. Sumber air itu dimanfaatkan warga
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bukan untuk sarana irigasi
pertanian.


Lokasi Desa Kalipang, Kabupaten Kediri, tersebut didominasi areal
perbukitan sehingga saat kemarau warga lebih banyak mengandalkan sumber
mata air untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Sumber tersebut merupakan sumber air bersih untuk kebutuhan
sehari-hari. Hal itu berbeda dengan air untuk keperluan irigasi. Air
dialirkan menggunakan selang-selang menuju rumah warga dari sumber mata
air tersebut.


Walaupun debit air itu turun, warga masih bisa mendapatkan air
untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Air dialirkan secara bergiliran,
sehingga semua warga bisa terpenuhi kebutuhannya, baik untuk dapur,
mandi, dan mencuci. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar