Tulungagung Sabet Predikat Kota Ramah Lingkungan se-ASEAN

id tulungagung, ASEAN, ESC, kota ramah lingkungan, lingkungan

Tulungagung Sabet Predikat Kota Ramah Lingkungan se-ASEAN

Bupati Tulungagung (kanan/tengah) menerima penghargaan ESC Award 2017 di Jerudong, Brunei Darussalam, Selasa (12/9). (IST/Dok Foto Humas Tulungagung)

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat Tulungagung atas capaian ini," katanya
Tulungagung (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur berhasil meraih penghargaan
"ASEAN Environtmentally Sustainable Cities (ESC) 2017--predikat
bergengsi bidang limgkungan tingkat Asia Tenggara--.


"Penghargaan di ajang hari lingkungan ASEAN (ASEAN environment day)
itu diterima Bupati Syahri Mulyo dalam ajang 4th ASEAN Environmentally
Sustainable Cities (ESC) Award 2017 di Jerudong Park Polo Club, Brunei
Darussalam," kata Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji di
Tulungagung, Rabu.


Ia mengemukakan, penghargaan itu berkaitan erat dengan serangkaian
penghargaan adipura paripurna yang diterima Tulungagung pada 2016.


Dalam ajang 4th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC)
Award 2017 itu, lanjut Sudarmaji, Tulungagung dinilai berhasil
menciptakan lingkungan yang bersih baik dari udara, air, tanah dan
indah.


Perhelatan penghargaan bergengsi itu dilaksanakan di Jerudong Park
Polo Club, Brunei Darussalam yang dihadiri sejumlah pemimpin daerah dari
beberapa kota se-ASEAN.


Secara resmi penghargaan diserahkan Menteri Pembangunan Brunei
Darussalam Datuk Seri Setia Awang Haji Bahrin bin Abdullah kepada Bupati
Tulungagung Syahri Mulyo.


Dalam pernyataan resminya yang dirilis Humas Pemkab Tulungagung,
Bupati Syahri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh
masyarakat Tulungagung yang mendukung upaya menciptakan Tulungagung
sebagai kota yang bersih.


"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat Tulungagung atas capaian ini," katanya.


Menurut Syahri, pemberian penghargaan di bidang lingkungan tingkat ASEAN ini sekaligus mewakili Indonesia.


Tulungagung yang secara geografis terletak di Jawa Timur bagian
selatan dan berulangkali menyabet penghargaan adipura, yang puncaknya
mendapat anugerah adipura paripurna pada 2016.


"Ini tentunya sangat membanggakan, karena tidak semua kabupaten/kota mendapatkan," katanya.


Syahri menambahkan, penghargaan yang didapat tersebut bukan akhir
dari semua proses menciptakan lingkungan yang bersih dan indah,
melainkan penyemangat untuk terus melakukan hal serupa, khususnya
berperang melawan lingkungan kotor dan sampah yang menumpuk.


"Secara otomatis ini membuat semua elemen harus bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," katanya.


Ia berharap penanganan sampah bisa semakin ditingkatkan, apalagi
sampah yang didaur ulang juga dapat menghasilkan berbagai produk yang
membantu kehidupan, seperti biogas sebagai pengganti bahan bakar, dan
lain sebagainya.


Sehingga bisa dimanfaatkan tanpa terbuang percuma begitu saja atau hanya menumpuk tak terurus.


"Penanganan sampah harus semakin ditingkatkan dan semoga prestasi ini bisa dipertahankan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar