BKOW Jatim Sarankan Pelaku UKM Promosi Melalui Medsos

id ukm, bkow, jatim, pemprov, surabaya, fatma

BKOW Jatim Sarankan Pelaku UKM Promosi Melalui Medsos

Ketua Umum BKOW Jatim Fatma Saifullah Yusuf (kanan) saay membuka pameran bertajuk 'Fashion and Craft Fair 2017' di Grand City Surabaya, Rabu (13/9). (Foto Humas Pemprov Jatim)

Promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi juga sebagai bentuk inovasi agar pasar semakin berkembang
Surabaya (Antara Jatim) - Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur menyarankan pelaku
usaha melakukan promosi usaha kecil dan menengah melalui media sosial
sehingga bisa bersaing dengan pasar global.


"Promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi juga sebagai
bentuk inovasi agar pasar semakin berkembang," ujar Ketua Umum BKOW
Jatim Fatma Saifullah Yusuf di sela membuka pameran bertajuk "Fashion
and Craft Fair 2017" di Surabaya, Rabu.


Menurut dia, beberapa kendala yang dihadapi oleh para perajin saat
ini antara lain terjadinya kesenjangan transformasi masyarakat akibat
cepatnya kemajuan teknologi dan kurangnya regenerasi perajin sebagai
upaya melestarikan produk kerajinan berbasis lokal.


Selain itu, kata dia, kurang stabilnya para perajin dalam menjaga
mutu dan penyediaan hasil produk serta kesenjangan kreativitas para
perajin yang berjalan lamban dengan cepatnya perkembangan selera
konsumen.


"Karena itulah, mari semua pihak saling mendukung agar para pelaku
usaha dapat bersaing di pasar global," ucap Ketua Pengprov Persatuan
Wanita Olahrga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim tersebut.


Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah
UMKM di Jatim sebanyak 6,8 juta. Sebanyak tiga juta UMKM di antaranya
bergerak di sektor primer dan sisanya bergerak di berbagai sektor,
antara lain industri makanan minuman, kerajinan, dan gaya.


Produk industri kerajinan dan gaya, lanjut dia, mempunyai daya
saing cukup tinggi, bahkan beberapa di antaranya mampu menembus pasar
luar negeri.


Wakil Ketua I Dekranasda Jatim tersebut juga mengajak seluruh
masyarakat melestarikan dan mencintai budaya dalam negeri, di antaranya
mengembangkan barang-barang produksi lokal agar mempunyai kualitas,
desain, dan warna menarik dengan memenuhi standar.


"Mari kita kembangkan kerajinan berbasis budaya, inovasi, dan
teknologi sehingga ke depan mempunyai nilai tambah dan semakin terangkat
citranya," katanya.


Pameran "Fashion and Craft Fair 2017" digelar di Grand City
Surabaya pada 13-17 September 2017 diikuti 180 peserta yang tak hanya
berasal dari Jatim, tapi juga beberapa daerah lain seperti Jawa Tengah,
Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali hingga Riau.


"Penyelenggaraan pameran kerajinan UKM diharapkan membantu para
perajin dalam memasarkan produk unggulannya. Upaya lain yang terus
dilakukan untuk mengembangkan UKM adalah rutin memberikan pelatihan dan
pemberdayaan khusus bagi para perajin," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar