Jelang Pilkada 2018, KPU Bondowoso Mutakhirkan Data Pemilih Berkelanjutan

id Bondowoso Pilkada 2018, pilkada Bondowoso

Jelang Pilkada 2018, KPU Bondowoso Mutakhirkan Data Pemilih Berkelanjutan

Suasana acara Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan sosialisasi di Kantor KPU Kabupaten Bondowoso. (Istimewa)

Bondowoso (Antara Jatim) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan menyosialisasikan kepada partai politik.

"Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018, hari ini kami mengundang perwakilan partai politik dan juga perwakilan dari seluruh kecamatan untuk melakukan pemutakhiran data berkelanjutan dengan meminta masukan dari parpol," ujar Ketua KPU Kabupaten Bondowoso Hairul Anam di Bondowoso, Rabu.

Data pemutakhiran berkelanjutan di Kota Tapai itu, lanjut dia, per Agustus 2017 tercatat sebanyak 598.895 calon pemilih dan angka tersebut bisa berubah (bertambah ataupun berkurang).

Karena menjelang pemilihan kepala daerah nantinya, katanya, jumlah calon pemilih bisa bertambah saat pemilih pemula yang pada saat pelaksanaan Pilkada usianya sudah cukup untuk memilih.

"Tahapan pemilihan kepala daerah (Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023) sudah mulai September 2017 dan pelaksanaannya pada tanggal 27 Juni 2018," ujarnya.

Hairul menjelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Kabupaten Bondowoso sudah dimulai sejak tahun 2016 dan berkahir pada Agustus 2017.

"Jadi, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini merupakan proses pemutakhiran data pemilu di luar tahapan penyelenggaraan pilkada, dan dilakukan sebelum terselenggaranya pilkada. Dan pemutakhiran data pemilih untuk yang masuk dalam tahapan pilkada akan dilaksanakan mulai November 2017," ujarnya.

Ia menambahkan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilakukan guna memudahkan penyajian data yang akan digunakan untuk pelaksanaan pemilu. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar