Kritis, RSUD Iskak Rawat Korban Overdosis Trenggalek

id overdosis, OD, minuman keras, destyan, Tulungagung,

Kritis, RSUD Iskak Rawat Korban Overdosis Trenggalek

Perawat memeriksa Mardiyanto yang diduga mengalami intoksikasi methanol di ruang red zone IGD RSUD dr Iskak, Tulungagung, Rabu (6/9) (Dok/destyan sujarwoko)

Kondisi mereka tidak separah Didik Rusdianto yang sehari sebelumnya langsung harus masuk ruang Red Zone yang khusus untuk pasien kritis.
Tulungagung (Antara Jatim) - RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, kembali menerima tiga
pasien korban overdosis minuman keras setelah sebelumnya mendapat pasien
rujukan yang sama dari salah satu klinik kesehatan di Watulimo,
Trenggalek.


Ketiga pasien bernama Eko Yoyok Efendi (35), Agung (30) dan Suyatno
(30) asal daerah pesisir Prigi, Trenggalek tersebut saat ini masih
menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat RSUD dr Iskak
diduga akibat keracunan metanol.


"Dengan demikian total ada empat pasien OD dari Watulimo Trenggalek
yang saat ini menjalani perawatan intensif di sini," kata Kasi
Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Moch Rifai.


Pasien korban keracunan minuman keras yang telah dirujuk ke RSUD dr
Iskak sehari sebelumnya, kata Rifai, adalah atas nama Didik Rusdianto
(25).


Mereka diketahui sebagai korban overdosis atau keracunan minuman
keras dalam satu kejadian yang sama pada Sabtu (11/9), sehingga
menyebabkan satu korban meninggal.


Empat korban tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan kedaruratan sementara di klinik Nur Medika, Watulimo.


Namun kondisi Didik yang kritis membuat tim medis Klinik Nur Mediko
merujuk pemuda asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek ini
ke RSUD dr Iskak.


"Pasien atas nama Didik ini sekarang dirawat di ICU, kondisi masih
kritis. Sedangkan tiga pasien yang baru datang dirujuk hari ini sesuai
rekomendasi dr Bobi Prabowo selaku dokter ahli kedaruratan medis RSUD dr
Iskak yang disampaikan ke pihak klinik di Watulimo itu," katanya.


Sesuai rujukan, ketiga pasien OD minuman keras susulan tersebut
kini menjalani perawataan kedaruratan medis di ruang "Yellow Zone" IGD
RSUD dr Iskak.


Kondisi mereka tidak separah Didik Rusdianto yang sehari sebelumnya
langsung harus masuk ruang Red Zone yang khusus untuk pasien kritis.


"Hari ini pasien yang bernama Agung sudah dipindah ke (ruang)
Flamboyan, sedangkan Eko Yoyok dilakukan cuvi darah," kata dr Furqon
Afandri, dokter jaga IGD RSUD dr Iskak.


Ia menjelaskan, cuci darah dilakukan untuk detoksifikasi yang ada di tubuh pasien overdosis dan intoksikasi metanol.


Para korban sebagaimana hasil penyelidikan polisi merupakan peserta
pesta minuman keras oplosan merek Alimi yang dicampur dengan bir
bintang.


"Baik Eko, Agung maupun Suyanto yang memiliki kondisi lebih bagus,
tetap diminta untuk menjalani rawat inap. Itu untuk mengetahui serta
memperbaiki kondisi dari intoksikasi yang ada dalam tubuhnya," katanya.
(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar