Penjualan Kendaraan Niaga di Jatim Turun

id penjualan truk, kendaraan niaga, penjualan pikap, penjualan kendaraan

Penjualan Kendaraan Niaga di Jatim Turun

Hyundai X-Cient Truck. (ANTARA News/Alviansyah) (antara jatim)

pasar kendaraan niaga di Jatim pada periode Januari-Agustus 2017 mencapai 7.100 unit, sedangkan periode yang sama tahun 2016 penjualannya mencapai 8.100 unit.
Surabaya (Antara Jatim) - Penjualan kendaraan niaga di wilayah Jawa Timur mengalami penurunan sekitar 11 persen pada semester I/2017 dibanding semester yang sama tahun 2016, akibat turunnya sejumlah sektor ekonomi di wilayah setempat.

Sales Marketing Director PT United Motors Center atau yang menangani merk Suzuki Jatim Fredy Teguh Prasetyo di Surabaya, Senin mengakui pasar kendaraan niaga pada semester pertama memang cukup lesu, dan diprediksi akan pulih pada semester kedua.

Ia mengatakan, pasar kendaraan niaga di Jatim pada periode Januari-Agustus 2017 mencapai 7.100 unit, sedangkan periode yang sama tahun 2016 penjualannya mencapai 8.100 unit.

"Kami harapkan September dan seterusnya penjualannya bisa menyentuh angka yang sama seperti tahun lalu," kata Fredy.

Ia menjelaskan, Suzuki memiliki dua segmen niaga yakni Suzuki Futura dan Suzuki Mega Carry APV Pick-Up, dengan penjualan untuk Suzuki Futura mencapai 150 sampai 200 unit per bulan dan Suzuki Mega Carry APV Pick-Up sebanyak 80 hingga 100 unit per bulan.

Sementara Ection Head East Java, Bali, NTB Section Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors, Krama Yudha Sales Indonesia Heru Siswantoro mengatakan, untuk produknya juga tidak mengalami kenaikan signifikan.

"Infrastruktur pemerintah belum berdampak terhadap penjualan kendaraan niaga kecil atau light commercial vehicle (LCV) di produk kami," katanya.

Menurut Krama, sebagian besar yang menikmati proyek infrastruktur adalah perusahaan BUMN dan swasta besar, atau belum sampai ke segmen ritel, akibatnya kendaraan niaga untuk sektor perdagangan belum membaik.

Ia mengatakan, segmen yang paling banyak mengalami penurunan adalah mini pickup sebesar 20 persen, sedangkan segmen small pick up masih cenderung stabil dengan penurunan mencapai 1 persen.

"Pengguna mini pickup adalah pedagang ritel maupun petani. Sektor ritel maupun pertanian di Jatim belum terlalu membaik. Berbeda dengan segmen small pick up pasarnya lebih stabil karena penggunanya adalah pedagang besar, agen atau distributor," katanya.

Krama memprediksi, kondisi pasar kendaraan niaga di Jatim akan tetap akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, karena pertumbuhan ekonomi yang belum signifikan.

"Mitsubishi menargetkan penjualan kendaraan niaga pada tahun ini mencapai 475 unit perbulan, namun hingga kini realisasinya baru sebesar 450 unit per bulan," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar