Polisi Selidiki Kebakaran Gudang Tembakau Sidoarjo

id gudang terbakar, gudang tembakau, gudang sidoarjo, Kebakaran Gudang, Tembakau terbakar

Polisi Selidiki Kebakaran Gudang Tembakau Sidoarjo

Kebakaran Gudang Tembakau di Tanggulangin Sidoarjo, Sabtu (11/2) (istimewa)

Sidoarjo (Antara Jatim) - Petugas kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di gudang tembakau milik Haji Dhulawih di Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Kepala Kepolisian Sektor Tanggulangin Sidoarjo Komisaris Polisi Sirdi, Sabtu mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah orang saksi terkait dengan peristiwa ini.

"Kami masih menyelidiki penyebab kejadian kebakaran ini. Namun, dugaan awal kebakaran ini terjadi akibat hubungan arus pendek yang ada di dalam gudang," katanya.

Ia mengatakan, kebakaran diketahui berasal dari tengah lokasi gudang yang memilki lebar 15 meter dan panjang sekuat 65 meter itu.

"Saat itu, para pekerja yang mengetahui adanya peristiwa kebakaran ini berupaya melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya," katanya.

Namun, kata dia, karena material yang ada di dalamnya mudah terbakar maka api dengan cepat merambat kebagian lainnya yang ada di dalam gudang serta menghanguskan sebagian isi gudang tersebut.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini dan diperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai angka miliaran rupiah," katanya.

Ia menjelaskan, api baru benar-benar padam setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran berjibaku untuk melakukan pemadaman dari berbagai sisi.

"Kami memeriksa sejumlah orang saksi untuk dimintai keterangan akibat peristiwa kebakaran ini supaya cepat terselesaikan," katanya.

Sementara itu, Zainuri salah seorang warga mengaku api dengan cepat membumbung tinggi dan awan pekat hitam langsung terlihat saat kebakaran terjadi.

"Termasuk saat kebakaran ini terjadi warga langsung melaporkan kepada petugas terkait. Tetapi karena banyak material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar