Farhan Sukses Jalani Tes Ingatan Letak Negara-Negara di Dunia

id Farhan, SD Muhamamdiyah 22 surabaya, Tes Ingatan Letak Negara-Negara di Dunia

Farhan Sukses Jalani Tes Ingatan Letak Negara-Negara di Dunia

Siswa kelas II B SD Muhammadiyah 22 Surabaya Moch. Farhan Arbiansyah menjalani tes di SD Muhammadiyah 22 Surabaya, Senin (2/1/2016). (Abdul Hakim)

Ada sekitar delapan guru yang telah melakukan tes ingatan terhadap ananda Arbi. Hasilnya memuaskan 100 persen benar
Surabaya (Antara Jatim) -  Siswa kelas II B SD Muhammadiyah 22 Surabaya Moch. Farhan Arbiansyah, kelahiran 17 Oktober 2009 sukses menjalani tes ingatan letak negara-negara beserta ibu kota dan bendera di dunia dengan hasil 100 persen benar.
     
"Ada sekitar delapan guru yang telah melakukan tes ingatan terhadap ananda Arbi. Hasilnya memuaskan, 100 persen benar," kata Kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya Dra. Hj. Suharti, M.Si yang ditemani Arbi dan kedua orang tua Arbi kepada wartawan di Surabaya, Senin.
     
Tes tersebut dilakukan oleh Team Guru dari SD Muhhamadiyah 22 Surabaya yang terdiri dari delapan guru dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Mereka adalah  kepala sekolah, Ana Susanti, S. Pd (guru Kelas 1-D), Asyidatur Rosmaniar, SE (guru Kelas II-B), Novita Anggraeni, S. Pd (guru Kelas III-D), Retno Wijayanti, S. Pd (guru Kelas IV-A), Sukarnawati, S.Pd (Guru Kelas V-B), Kurnia Lisa Isnaini, S.Si (guru Kelas VI-D) dan  Mega Wahyu Oktania, S. Pd (guru Kelas VI-B). 
     
Menurut dia, Farhan, putra dari pasangan suami istri Moch. Arifin (47 tahun) dan Nur Habidah (48 tahun), warga Perumahan Kebraon Manis Selatan, Surabaya, mempunyai kelebihan pada daya ingatnya, sehingga pihak sekolah mempunyai keinginan untuk mengembangkan potensi yang dia miliki agar menjadi lebih baik.
     
"Saya selaku kepala cukup bangga ada siswa dari SD Muhammadiyah 22 yang memiliki kelebihan dan prestasi. Saya sudah mencari informasi kemana-mana ternyata belum ada anak dengan umur yang masih muda, yakni 7 tahun sudah punya kelebihan menghafal nama-nama negara. Bahkan orang dewasa pun banyak yang tidak hafal," ujarnya.
      
Hal tersebut diakui juga oleh  Nur Habidah, ibu dari Farhan.  Nur mengatakan saat ini putranya memang menyukai pengetahuan dunia, seperti membaca peta dunia. 
      
"Dari situlah, Farhan dapat memahami di mana posisi dan letak suatu negara itu," katanya.  
      
Tidak berhenti di situ saja, lanjut dia, Farhan juga mulai mempelajari nama-nama ibu kota negara dan bendera-bendera dari berbagai macam negara. Bahkan saat ini, Farhan juga mulai mempelajari mata uang tiap negara. 
      
Ayah Farhan, Mohammad Arifin, mengatakan kemampuan Farhan membaca peta dunia berawal dari kebiasaannya membuka peta. Kebetulan ayah Farhan adalah seoarang anggota TNI AL yang berdinas di Pasmar 1 Gedangan, Sidoarjo. 
     
"Saya biasanya buka peta, anak saya ini memperhatikan terus. Begitu memperhatikan langsung bisa menangkap dengan bertanya-tanya nama negara-negara di peta. Spontanitas saya jelaskan nama-nama negara itu, dan anak saya cepat memahami dan hafal semua negara beserta ibu kotanya," katanya.
     
Mendapati hal itu, kedua orang tuanya membelikan buku atlas dunia yang dipelajarinya setiap hari hingga saat ini. Farhan tidak hanya membaca melainkan juga memahami peta dunia.
     
Kedua orang tua Farhan mempunyai peran yang besar dalam proses perkembangan putranya ini, sehingga dia dapat sukses menjalankan test ingatan. Sebagai seorang ayah, Arifin selalu setia mendampingi putranya ini belajar setiap sore.  Sedangkan Ibu Nur, sebagai seorang Ibu berusaha untuk membagi waktu pada anaknya, kapan saja posisinya di butuhkan. 
     
Biasanya malam hari adalah waktu untuk membagi waktu dengan bercerita dan bertukar informasi tentang  sejauh mana putranya ini menjalankan kegiatan sehari-harinya.
      
Sebagai orang tua, Arifin dan Nur harus mengetahui sejauh mana kemampuan putranya dan mengarahkan agar putra mereka tidak menjadi bosan dengan kegemaran yang dia lakukan, tentunya juga dengan memberikan apresiasi yang selalu berganti.  (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar