Harga Cabai Rawit Madiun Lampaui Rata-Rata Nasional

id Harga Cabai Rawit Madiun Lampaui Rata-Rata Nasional, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI Arlinda, Harga Cabai Rawit di Madiun Stabil Tinggi, harga cabai rawit, kabupaten madiun, pasar sukolilo, pasar caruban, Harga Bahan Pokok di Madiun Stabil Tinggi, harga setelah lebaran, lebaran 2016, harga kebutuhan pokok setelah lebaran, Harga Cabai di Madiun Naik Drastis, harga cabai, cabai rawit, cabai merah,cabai madiun, pasar mejayan baru, caruban, Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Naik, harga bahan pokok, harga kebutuhan pokok, harga sembako, harag cabai, harga bawang merah, bawa putih, harga dagig ayam, telur ayam, daging sapi, hari raya ntal dan tahun baru, natal dan tahun baru, pasar besar ngawi, pasar beran, pasar paron, permintaan konsumen

Harga Cabai Rawit Madiun Lampaui Rata-Rata Nasional

Dirjen PEN Pantau Kebutuhan Pokok Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdangangan Arlinda (kanan) berbincang dengan pedagang di Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (27/12). Kunjungan Dirjen PEN Arlinda ke Madiun untuk meman

Madiun (Antara Jatim) - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian
Perdagangan RI Arlinda menyatakan harga cabai rawit merah di Kota
Madiun, Jatim yang berkisar Rp72.000 hingga Rp76.000 per kilogram telah
melampaui harga rata-rata nasional Rp52.535 per kilogram.


"Harga cabai rawit merah di Madiun naik signifikan dari kisaran
Rp58.000 hingga Rp60.000 per kilogram menjadi Rp72.000 hingga Rp76.000
per kilogram."


Harga itu melampaui harga rata-rata nasional per 21 Desember lalu
yang mencapai Rp52.535 per kilogram, ujar Arlinda kepada wartawan di
sela pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun, Selasa.


Menurut dia, berdasarkan penjelasan dari pejabat berwenang di
Pemkot Madiun dan para pedagang di pasar setempat, kenaikan harga yang
signifikan tersebut dipicu oleh beberapa faktor.


"Di antaranya karena cuaca. Musim hujan yang berlangsung hampir
sepanjang tahun berakibat produksi dan suplai cabai menurun. Sementara,
permintaan saat Hari Raya Natal dan tahun baru meningkat," ucapnya.


Untuk menurunkan harga, pihaknya meminta pemerintah daerah segera
bersikap. Hasil pembahasan dengan pemda, Pemkot Madiun mengaku akan
berkoordnasi dengan distributor pemasok dari wilayah produksi guna
memperlancar pasokan.


Selain itu, Pemkot Madiun juga meminta warganya untuk menanam cabai
di halamaan rumah. Paling tidak hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan
cabai untuk keluarga masing-masing.


"Jika harga sudah tak terbendung, pemerintah daerah dengan
menggandeng pihak-pihak terkait bisa melakukan operasi pasar untuk
menekan harga ke arah normal," ujarnya.


Dalam kunjungannya ke Kota Madiun, Arlinda dan timnya melakukan
pemantauan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di beberapa pasar
tardisional. Di antaranya di Pasar Kojo dan Pasar Besar Madiun dengan
menyasar 14 item kebutuhan pokok.


Adapun 14 item bahan kebutuhan pokok yang dipantau di antaranya
adalah komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu,
kedelai, daging ayam ras maupun kampung, cabai merah keriting, cabai
merah besar, cabai merah rawit, bawang merah, bawang putih, dan ikan.


"Hasil pantauan, secara umum harga kebutuhan pokok di Madiun
tergolong stabil. Hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan
signifikan," tuturnya.


Selain di Kota Madiun, pemantauan harga juga dilakukan di sejumlah
wilayah lain di tanah air. Di antaranya di Probolinggo, Semarang,
Cilacap, Banyumas, Solo, Tegal, dan Denpasar.


Ia menambahkan, selain memantau harga kebutuhan pokok, tim Ditjen
PEN juga memantau stok atau ketersediaan beras dan gula pasir di gudang
Bulog Nambangan Kidul Subdivre 4 Madiun dan di Pabrik Gula Rejoagung
Baru.


"Untuk stok beras dan gula di wilayah Madiun dan sekitar aman.
Rata-rata cukup untuk tujuh hingga delapan bulan ke depan," kata dia.
(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar