Penerima Beasiswa Kemenkeu Bangun Infrastruktur Desa Tertinggal

id beasiswa, LPDP, desa, infrastruktur, kementerian, keuangan, beasiswa

Penerima Beasiswa Kemenkeu Bangun Infrastruktur Desa Tertinggal

Laman Desa ()

Ke depan, program seperti ini juga akan menyentuh daerah-daerah lain di Indonesia yang masih tertinggal
Surabaya (Antara Jatim) - Sejumlah calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI siap mengadakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur di kawasan tertinggal.

"Pada tahap awal, program bertajuk 'Menyapa Indonesia' akan melakukan sejumlah kegiatan di Provinsi Banten. Salah satunya adalah di desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang," kata Ketua Panitia Bidang Teknis Menyapa Indonesia, Nur Khairusy Syakirin di Surabaya, Jatim Minggu.

Ia mengungkapkan, di desa yang dihuni sekitar 3.600 jiwa itu ada beberapa kegiatan yang diadakan para calon penerima BPI LPDP yang tergabung dalam kelompok Persiapan Keberangkatan (PK) 35 hingga 37. Misalnya, perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih tiga Km.

"Bahkan pelatihan pengolahan produk kulit melinjo untuk kalangan perempuan dan ibu rumah tangga," ujarnya.

Untuk perbaikan jalan, jelas dia, program itu akan dimulai pada akhir bulan Juli 2015. Lalu, targetnya bisa tuntas dalam jangka waktu satu tahun.

"Ke depan, program seperti ini juga akan menyentuh daerah-daerah lain di Indonesia yang masih tertinggal," tuturnya.

Sementara, tambah dia, terkait pelatihan pengolahan kulit melinjo sendiri sudah dimulai sejak Sabtu (11/7). Pelatihan itu diadakan mengingat potensi tanaman melinjo di Desa Cikumbueun yang cukup besar.

"Hal itu berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat setempat apabila dikelola secara tepat," ucapnya.

Oleh karena itu, sebut dia, dalam rangkaian pelatihan ini tidak hanya berhenti pada cara mengolah kulit melinjo menjadi produk dengan nilai lebih. Akan tetapi juga termasuk pelatihan pemasaran produk.

"Dengan upaya ini, kami berharap perekonomian masyarakat yang tersentuh program ini bisa mengalami peningkatan," katanya.

Konseptor Menyapa Indonesia, Hendra Etri Gunawan mengemukakan, melalui kegiatan itu pihaknya ingin menunjukkan bahwa masih ada orang atau para pemimpin muda Indonesia yang peduli terhadap orang - orang yang terpinggirkan.

Sementara, Desa Cikumbueun dipilih menjadi salah satu wilayah sasaran program Menyapa Indonesia karena perekonomian masyarakatnya yang terbilang lemah.

"Di desa itu, mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan pendapatan yang cukup jauh di bawah Upah Minimum Kota /Kabupaten (UMK) Pandeglang yang sebesar Rp1.737.000," tambahnya.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar