BPBD Lumajang salurkan air bersih ke daerah terdampak kekeringan
- 16 jam lalu
Warga mengarak gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Warga berebut gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Warga melakukan prosesi memendam kepala sapi Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Warga berebut gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Foto udara warga mengarak gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.