Tradisi Grebeg Suro masyarakat kaki Gunung Semeru

  • Selasa, 16 Juni 2026 15:31

Warga mengarak gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Warga berebut gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Warga melakukan prosesi memendam kepala sapi Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Warga berebut gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Foto udara warga mengarak gunungan saat Grebeg Suro di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Tradisi Grebeg Suro yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prosesi memendam kepala sapi di kawasan mata air tersebut dilakukan masyarakat sekitar kaki Gunung Semeru setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Berita Terkait