Madura Raya (ANTARA) - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengajak para ulama dan pengasuh pondok pesantren bersinergi dengan aparat kepolisian guna ikut menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ulama adalah penerang umat, sedangkan umara menjaga ketertiban. Sinergi keduanya sangat penting bagi stabilitas sosial,” katanya di sela-sela silaturahim ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah islamiah dan sinergi antara ulama serta aparat keamanan.
"Sebab dengan kolaborasi yang terjalin baik antara keduanya maka bisa menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
Silaturahim antara polisi dan ulama menjadi sarana mempererat kebersamaan dalam menjaga situasi kondusif wilayah.
"Ulama adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang aman dan harmonis,” ujar dia.
Selain bersilaturahim, Kapolda Jatim Nanang Avianto juga mendorong pondok pesantren agar terus berinovasi dan berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Madura.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi yang unggul secara spiritual dan mandiri secara ekonomi.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Desa Potoan Laok RKH Mudatstsir Badrudin mengatakan ulama juga memiliki kepentingan yang sama dalam ikut menciptakan situasi kondusif.
"Silaturrahim kali ini akan menjadi pijakan dalam mewujudkan komitmen baik di masa-masa yang akan datang demi mewujudkan kondisi keamanan yang lebih baik pula," katanya.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto bersama perwakilan ulama dari empat kabupaten di Pulau Madura juga ikut menyambut kedatangan orang nomor satu di Mapolda Jatim itu.
Kunjungan Kapolda Nanang ke Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen ini menjadi kesempatan penting dalam memperkuat kolaborasi antara ulama dan aparat penegak hukum, serta mempertegas komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Madura.
