Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemkab Ponorogo, Jawa Timur menggelar job fair atau bursa kerja untuk 5.619 lowongan di 43 perusahaan yang ada di daerah itu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 November, itu digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo untuk mempertemukan pencari kerja dengan penyedia lapangan pekerjaan.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ajang penting mempertemukan dua kebutuhan yang saling melengkapi — perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan masyarakat yang mencari pekerjaan.
"Job fair ini ibarat Jabal Marwah, tempat bertemunya Adam dan Hawa. Ada pencari kerja, ada perusahaan — keduanya sama-sama saling membutuhkan, dan kami memfasilitasi pertemuan itu," ujar Sugiri.
Ia meminta perusahaan peserta tidak menilai pelamar hanya dari nilai akademis atau berkas administrasi, tetapi juga memperhatikan semangat dan integritas mereka.
"Yang penting punya semangat kerja, jujur, dan tanggung jawab. Saya minta jangan ada yang ditolak. Kalau itu terpenuhi, saya yang bertanggung jawab," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Ponorogo Suko Kartono menyebutkan terdapat 43 perusahaan yang berpartisipasi dalam job fair kali ini, dengan total 5.619 lowongan kerja yang ditawarkan.
Hingga hari kedua, lebih dari 3.000 pencari kerja telah mendaftar.
"Dari jumlah itu, ada 18 perusahaan yang langsung melakukan wawancara di lokasi. Jadi tidak hanya pameran, tapi juga bisa langsung diterima kerja di tempat," kata Suko.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran terbuka di Ponorogo, yang pada 2024 tercatat sekitar 4,18 persen, atau lebih rendah dibanding tahun sebelumnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kami harap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, agar peluang kerja yang tersedia bisa terisi semua," pungkas Suko.
