Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kolaborasi dengan TP PKK kabupaten setempat mendirikan sekolah lansia tangguh (Selantang) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia).
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mengemukakan Program Selantang ini merupakan bentuk kepedulian peningkatan kualitas hidup lansia. Program ini mendorong para lansia untuk aktif dalam berbagai aspek yang berdampak kepada keberlangsungan hidup di usia senja.
“Melalui program ini, para lansia belajar untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia di usia senja,” katanya di Kediri, Rabu.
Mbak Cicha, sapaan akrabnya menegaskan, keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya diukur dengan kemajuan pemuda. Namun juga bagaimana kemandirian lansia.
Pihaknya mendorong para lansia terutama di Kabupaten Kediri untuk bisa tetap aktif dalam bermasyarakat dan menularkan apa yang telah dipelajari dalam program tersebut.
“Jadilah teladan dalam menjaga kesehatan, tetap aktif dalam kegiatan sosial, dan terus menebar energi positif di tengah masyarakat,” kata Mbak Cicha.
Ia turut bangga karena dengan program ini, lansia bisa lebih aktif. PKK juga mewisuda ribuan lansia yang ikut program tersebut. Acara tersebut diwakili 78 lansia yang hadir dalam wisuda yang dilaksanakan di Gedung Bagawanta Bhari Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri Nurwulan Andadari menambahkan sebagai salah satu komponen keluarga, para lansia diberikan penyuluhan di masing-masing wilayah.
Saat penyuluhan, lanjutnya, para lansia diberikan satu tema edukasi di tiap pertemuan. Terdapat tujuh kali pertemuan yang dijadwalkan dengan didampingi para penyuluh.
“Untuk kesehatan dibekali penyuluhan langsung oleh puskesmas, spiritual dari teman2 penyuluh agama, ekonomi dari penyuluh KB,” kata dia.
Program Selantang, kata dia, memang menyasar lansia di atas 60 tahun. Total terdapat 7.800 lebih lansia warga Kabupaten Kediri yang ikut serta dalam program tersebut.
Edukasi yang diberikan mencakup tujuh aspek seperti ekonomi, kesehatan, sosial, hingga spiritual.
Pihaknya berharap dengan program ini, memberikan semangat bagi warga lansia untuk selalu aktif dalam kegiatan.
