Bondowoso (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan Jembatan Besuk yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo akan meningkatkan konektivitas dan membangkitkan ekonomi dua kabupaten itu.
Pemprov Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,9 miliar untuk pembangunan Jembatan Besuk di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, sepanjang 24,6 meter dan lebar 9 meter, karena jembatan lama kondisinya kritis.
"Alhamdulillah kami bersyukur bahwa Jembatan Besuk ini sudah siap untuk digunakan dan Insya-Allah bisa memaksimalkan semua konektivitas yang bisa menguatkan hubungan antarsesama, ekonomi, perdagangan, sosial, pendidikan, dan mobilitas," kata Khofifah dalam keterangannya diterima di Bondowoso, Senin.
Ia menyampaikan Jembatan Besuk akan membawa dampak signifikan di banyak sektor, terutama karena jembatan ini merupakan akses penghubung utama antara Kabupaten Bondowoso dan Situbondo.
"Jembatan yang lama diganti karena keadaannya sangat kritis dan membahayakan terlebih saat hujan," kata Khofifah.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat penting terlebih beberapa waktu yang lalu kondisi kritisnya bersamaan dengan Jalur Gumitir yang mengalami ambles dan harus dilakukan perbaikan.
Dan akibatnya terjadi kemacetan luar biasa dan tersendatnya suplai BBM untuk wilayah Jember dan sekitarnya selama tiga hari.
Dengan tuntasnya pekerjaan penggantian Jembatan Besuk di Bondowoso itu, Gubernur Khofifah berpesan agar camat, kepala desa juga seluruh masyarakat sekitar turut serta menjaga dan merawat keberadaannya.
"Apa yang telah diresmikan (Jembatan Besuk) adalah bagian dari aset kita bersama, oleh karena itu tolong dijaga dan dirawat," tutur Khofifah.
Khofifah: Jembatan Besuk tingkatkan konektivitas Bondowoso-Situbondo
Senin, 3 November 2025 16:30 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid saat peresmian Jembatan Besuk, Bondowoso. ANTARA/HO-Pemprov Jatim
