Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menyebut keberadaan subsektor kuliner memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Usai membuka workshop penguatan komersialisasi ekonomi kreatif di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, Bambang mengatakan bahwa negara seperti Malaysia yang tidak memiliki banyak potensi kuliner seperti Indonesia, mampu menarik 27 juta wisatawan setiap tahunnya.
“Itu yang harus kita contoh. Kuliner bisa menjadi pendongkrak pariwisata dan memberikan efek berganda yang besar bagi perekonomian,” katanya.
Menurut Bambang, Indonesia memiliki sekitar 5.000 jenis kuliner nusantara yang berpotensi menjadi daya tarik ekonomi dan pariwisata.
Ia menilai promosi dan komersialisasi kuliner dapat menjadi penggerak utama sektor pariwisata sebagaimana dilakukan negara lain.
Karena itu, dirinya mendorong pemerintah untuk lebih serius mengembangkan komersialisasi kuliner nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.
“Workshop yang dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif bersama DPR RI Komisi VII ini menjadi langkah penting dalam mendorong komersialisasi usaha di bidang ekonomi kreatif, khususnya kuliner,” ujarnya.
Ia menuturkan, kuliner merupakan subsektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional, yakni mencapai sekitar Rp215 triliun atau 46 persen dari total kontribusi sektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, Direktur Kuliner Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Andi Ruswar menambahkan, langkah komersialisasi juga penting untuk memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) terhadap produk kuliner Indonesia.
“Kalau haknya sudah kita miliki, maka ketika kuliner Indonesia ditiru oleh negara lain, kita bisa mengklaimnya. Seperti rendang, itu sudah pasti milik Indonesia dan tidak bisa diakui negara lain,” kata Andi.
Ia menyebut, pemerintah terus mendorong program Indonesia Spice Up The World serta diplomasi gastronomi (gastro diplomacy) untuk memperkenalkan kuliner Indonesia di berbagai negara.
Melalui diplomasi gastronomi, pihaknya akan menampilkan kuliner Indonesia dengan menggandeng para duta besar di luar negeri.
Komisi VII sebut subsektor kuliner mampu jadi penggerak ekonomi
Kamis, 30 Oktober 2025 16:39 WIB
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (kiri) usai membuka workshop penguatan komersialisasi ekonomi kreatif di Surabaya, Kamis (30/10). (ANTARA/ Faizal Falakki)
Kuliner bisa menjadi pendongkrak pariwisata dan memberikan efek berganda yang besar bagi perekonomian
