Madiun - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mengawasi distribusi ternak bantuan program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat di Kabupaten Madiun yang sebelumnya dikeluhkan oleh masyarakat penerima jatah.
Kali ini bantuan didistribusikan ke Desa Ketawang dan Candimulyo, Kecamatan Dolopo, serta Kecamatan Kebonsari, kata Kepala Dinas Perternakan Pemprov Jatim Maskur di Desa Ketawang dan Candimulyo, Dolopo, Kamis.
Terdapat 30 personel yang dipimpin oleh UPT Dinas Pertenakan Kediri langsung mengawasi dan mengawal distribusi ternak di Kecamatan Dolopo dan Kebonsari.
"Kami mempunyai tim, mereka ini berkerja sesuai "standard operating procedure" (SOP). Ternak yang akan dibagi dikumpulkan untuk disortir. Kalau tidak layak akan dipinggirkan dan tidak didistribusikan," katanya.
Menurut dia, penyortiran hewan ternak harus sesuai spesifikasi. Misalnya, untuk kambing jantan tingginya minimal 60 centimeter dan kambing betina tinggi 56 centimeter. Jika tidak sesuai tingginya, kambing tersebut tidak dibagikan dan diserahkan kembali pada rekanan.
Spesifikasi juga soal jumlah per paketnya. Untuk warga penerima kambing akan memperoleh satu jantan dan tiga betina. Sedangkan jatah ternak itik akan diberikan dua jantan dan 33 ekor itik betina.
"Untuk ayam akan diberikan tiga ayam jantan dan 32 ekor ayam betina. Nilai masing-masing paket bantuan Rp2,5 juta," kata Maskur.
Tim pengawasan tersebut juga melibatkan petugas dari Dinas Pertenakan Kabupaten Madiun, pendamping program Jalin Kesra, dan pejabat di wilayah penerima bantuan program. Diharapkan, distribuasi kali ini lebih baik.
Sebelumnya, warga Desa Klumutan dan Sambirejo Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mengeluhkan kondisi fisik kambing bantuan jalin kesra dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tidak sesuai dengan spesifikasi yakni kondisi fisik kambing tersebut adalah berukuran kecil atau anakan, usianya belum dewasa, dan kurang sehat.
Jika warga tetap menerima kambing bantuan tersebut, warga yang sudah tergolong tidak mampu itu akan mengeluarkan biaya tambahan untuk mengurus kambing. Sebab kambing yang dikirim adalah masih anakan dan butuh susu, selain itu juga penyakitan.
Sesuai data yang ada, Pemprov Jatim melalui program jalin kesra memberikan bantuan ternak berupa ribuan kambing dan ayam kepada warga miskin Kabupaten Madiun yang berada di 46 desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kare, Saradan, Wonoasri, dan Mejayan.
Untuk Kecamatan Kare terdapat delapan desa dan mendapat 578 paket terdiri dari 567 paket kambing lokal, satu paket domba, dan 10 paket ayam kampung. Lalu, Kecamatan Mejayan terdapat 14 desa dan mendapat 315 paket terdiri dari 290 paket kambing lokal, satu paket domba, dan 24 paket ayam kampung.
Kecamatan Saradan terdapat 15 desa dan mendapat bantuan 576 paket terdiri dari 527 kambing lokal, sembilan paket domba, 19 paket ayam kampung, dan 21 paket itik. Kecamatan Wonoasri terdapat sembilan desa dan mendapat 213 paket terdiri dari 208 kambing lokal, tiga paket domba, dan dua paket ayam kampung.
Sementara, sejumlah kambing bantuan yang telah mati sejauh ini sudah ada 70 ekor, rinciannya di Kecamatan Saradan saat ini mencapai 10 ekor, Mejayan 40 ekor, dan Wonoasri 20 ekor. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.