Teknologi ini akan menjaga tanaman kopi tetap sehat dan terhindar dari risiko kematian akibat kekeringan, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen

Surabaya (ANTARA) - Kelompok Tani Coffee Agro Forestry (CAF) Singonegoro di Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menerima bantuan alat irigasi tetes berbasis teknologi Internet untuk segala (IoT) guna mengatasi kendala kekeringan pada perkebunan kopi agroforestri.

Kepala Desa Jetak, Zakky Mubarrok Aly, melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Selasa mengatakan bantuan itu sangat membantu petani menghadapi keterbatasan air di musim kemarau yang selama ini mengancam pertumbuhan tanaman kopi di kawasan Hutan Bongok.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan teknologi ini yang membawa perubahan positif bagi petani dan lingkungan," kata Zakky.

Kepala Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Suhudi, menjelaskan sistem irigasi tetes berteknologi IoT tersebut mampu mengoptimalkan penggunaan air dengan menyediakan penyiraman otomatis sesuai tingkat kelembaban tanah.

"Teknologi ini akan menjaga tanaman kopi tetap sehat dan terhindar dari risiko kematian akibat kekeringan, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen," ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2025 dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.

Peralatan yang diserahkan meliputi pencatat data suhu dan kelembaban berbasis wifi, sensor kelembaban tanah, pengendali mikro, katup otomatis, tenaga surya 4.000 watt, pompa air, tangki air berkapasitas 1.050 liter, serta pipa dan selang tetes sepanjang 1.000 meter.

Sistem tersebut mampu bekerja secara otomatis mengatur aliran air pada lahan seluas 0,3 hektare yang mengairi sekitar 200 tanaman kopi secara efisien, khususnya tanaman yang jauh dari sumber air dan kurang naungan.

Tiga mahasiswa UNITRI dari Program Studi Teknik Sipil, Agribisnis, dan Agroteknologi turut membantu pemasangan alat, pelatihan operasional, serta pengumpulan data pemantauan irigasi.

Kelompok Tani CAF Singonegoro menargetkan penanaman 40.000 pohon kopi di kawasan yang strategis sebagai daerah penyangga air tersebut.

Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga diharapkan memberdayakan petani dengan peningkatan kemampuan digital serta menarik minat generasi muda pada sektor pertanian modern.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026