Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko kepada Pemkot Surabaya atas keberhasilannya mengoptimalkan potensi dan menyelesaikan permasalahan daerah melalui inovasi berbasis data.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya Senin mengatakan kunci dari penghargaan ini adalah inovasi unggulan kota, yaitu "Dashboard Satu Data Realtime Penggerak Ekonomi Masyarakat."
"Penghargaan ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Dashboard ini, kata dia, merupakan sistem terintegrasi yang berfungsi mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data pembangunan secara real-time.
"Tujuannya adalah mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, khususnya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Surabaya,“ katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, fitur-fitur utama dari dashboard ini mencakup integrasi data pembangunan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara real-time, dan monitoring program strategis seperti Gerakan Pangan Murah, Tanam Cepat Panen, dan E-Peken Surabaya.
Ada pula fitur yang mencakup visualisasi data interaktif untuk memudahkan analisis dan evaluasi kinerja program, dan platform kolaboratif untuk koordinasi antar OPD dalam penyelesaian masalah.
"Dashboard Satu Data Realtime bukan hanya alat monitoring, tetapi menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program-program inovatif yang terukur dan berbasis bukti. Kami akan terus berinovasi," katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa penilaian BRIN dilakukan terhadap 24 provinsi, 187 kabupaten, dan 41 kota yang telah membentuk BRIDA/BAPPERIDA.
“Penilaian didasarkan pada dua indikator utama, yakni kinerja jumlah rekomendasi kebijakan yang dimanfaatkan dan peran BRIDA dalam optimalisasi potensi dan/atau penyelesaian permasalahan daerah,” katanya.
