Bojonegoro (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta pemerintah daerah setempat menyediakan rest area khusus sopir truk untuk tempat istirahat sebagai upaya mengantisipasi kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) karena kelelahan.
"DPRD Bojonegoro akan menyampaikan kepada Pemkab terkait keluhan sopir truk agar ada rest area khusus sopir," kata wakil ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Mitro'atin di Bojonegoro, Sabtu.
Mitro'atin menjelaskan, para sopir truk beberapa waktu lalu sudah menyampaikan aspirasi kepada DPRD terkait diperlukannya rest area karena kelelahan dan mengantuk saat berkendara.
Menurut mereka, lanjut Mitro'atin, titik kelelahan sopir truk saat berkendara biasanya dirasakan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro, sehingga para sopir truk memerlukan beristirahat di area tersebut.
"Adanya rest area khusus sopir truk dimungkinkan akan mengurangi kecelakaan yang melibatkan truk, serta akan membuat perputaran ekonomi masyarakat sekitar," jelasnya.
Ditambahkan Mitro'atin, sopir truk juga menyampaikan adanya pemasangan rambu dilarang parkir perlu dievaluasi kembali agar tidak menyusahkan sopir truk dan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Selain itu adanya jembatan timbang, truk muatan maupun tanpa muatan diharuskan masuk timbangan yang dilewati jalur sopir truk.
"Mengingat jembatan timbang dari kementerian perhubungan, sehingga akan dikomunikasikan dan menyampaikan kepada kementerian terkait adanya keluhan para sopir truk tersebut," terangnya
Sementara itu ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukur Priyanto menambahkan, adanya rest area yang dibutuhkan para sopir truk untuk beristirahat akan dirapatkan dengan pemkab Bojonegoro.
"Lahan kosong milik Pemkab Bojonegoro dapat digunakan rest area bagi sopir truk untuk mengurangi potensi kecelakaan di Bojonegoro," katanya.
