Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong warganya supaya tertib administrasi kependudukan karena memiliki peran penting dalam menentukan sasaran setiap program pemerintah daerah.
"Setiap keluarga di Kota Mojokerto adalah sasaran dari program pemerintah," katanya di sela-sela sosialisasi terkait dengan tertib administrasi kependudukan di kota setempat, Jumat.
Ia mengatakan, validitas data menjadi kunci agar setiap warga dapat menerima manfaat pembangunan secara tepat.
"Maka data administrasi kependudukan harus valid agar tidak ada warga yang terlewat dari penerima manfaat kebijakan," katanya di hadapan peserta sosialisasi yang terdiri atas perangkat kelurahan, RT/RW, dan kader PKK.
Ia mengatakan, dokumen kependudukan seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) memiliki peran berbeda dalam basis data penerima program. Oleh karena itu, setiap warga yang telah berusia 17 tahun harus segera melakukan perekaman KTP elektronik.
“Banyak remaja yang sudah berusia 17 tahun tapi belum mau foto KTP karena merasa belum perlu. Padahal KTP itu sangat penting, tidak hanya untuk keperluan pribadi seperti membuat SIM, tapi juga untuk memastikan data kependudukan di Kota Mojokerto tetap akurat,” katanya.
Berdasarkan data Dispendukcapil, saat ini masih ada 81 warga Kelurahan Surodinawan yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Mayoritas merupakan remaja yang baru memasuki usia 17 tahun.
"Untuk mempercepat capaian perekaman, pihak kelurahan bersama RT, RW, dan PKK diimbau aktif membantu mengoordinasikan warganya," ujarnya.
Ning Ita sapaan akrab wali kota menyampaikan bahwa saat ini Dispendukcapil terus menjalankan program jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Kota Mojokerto. Namun, bagi pelajar yang bersekolah di luar kota atau tidak terjangkau layanan tersebut, dapat difasilitasi perekaman kolektif di kelurahan.
“Kalau sekolahnya di luar kota, bisa diatur perekaman bersama di kelurahan, misalnya hari Sabtu di luar jam sekolah. Tidak perlu datang ke MPP Gajah Mada, yang penting anak-anak mau difoto KTP agar data kependudukan segera valid,” ujarnya.
