Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Malang, Jawa Timur, memperkuat literasi digital pelajar di wilayah itu melalui edukasi bermedia sosial sebagai upaya mencegah paparan hoaks.
Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar di Malang, Senin, mengatakan kegiatan literasi/edukasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada pelajar terkait dampak bahaya apabila menelan mentah-mentah informasi hoaks yang bertebaran di media sosial.
"Ini bagian dari langkah pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi cerdas dalam memanfaatkan dunia digital," kata Bambang.
Melalui kegiatan itu, para personel membangun kesadaran pelajar agar mampu memahami pentingnya menyaring informasi dari media sosial, sebagaimana yang diberikan oleh jajaran kepolisian setempat kepada pelajar dari SMK Cendikia Madinah dan SMP Ibnu Rusyd, Dampit, Kabupaten Malang, saat berkunjung ke kantor Polres Malang.
Menurutnya, dengan dimilikinya pemahaman literasi digital, maka para pelajar akan mengetahui kebenaran dari sebuah informasi, sehingga diharapkan tak terpancing ajakan provokatif untuk melakukan sebuah aktivitas pelanggaran hukum.
"Sehingga para pelajar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Dampit AKP Ahmad Taufik Syafiudin menjelaskan kegiatan peningkatan edukasi bermedia sosial bagi pelajar dibalut dengan pelaksanaan upacara bendera.
Taufik memastikan telah mengingatkan para siswa dan siswi di masing-masing sekolah supaya lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial.
Apabila menerima informasi yang belum jelas kebenarannya, para pelajar diminta agar melakukan kroscek melalui sumber pemberitaan terverifikasi.
"Anak-anak harus berhati-hati di dunia digital. Jangan mudah terpancing atau ikut-ikutan hal yang bisa merugikan diri sendiri, apalagi sampai ke arah perilaku anarkis," kata dia.
Selain literasi digital, Taufik menjelaskan petugas turut menyosialisasikan pola berkendara aman untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas, seperti menggunakan helm, mematuhi peraturan lalu lintas, berkendara dengan cara aman.
Dia menambahkan menjelang peringatan Hari Santri Nasional, pada 22 Oktober 2025, para santri di Kabupaten Malang diharapkan mampu menjadi teladan positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
"Hormati guru dan orang tua, karena dari situ akan datang rida Allah," katanya.
