Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menegaskan arah baru organisasi menuju tata kelola modern dan pengabdian berbasis keilmuan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Rakorwil) di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa.
Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof H M Mas’ud Said menyatakan, ISNU perlu memperkuat manajemen organisasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Organisasi keilmuan seperti ISNU harus hadir memberi solusi nyata di bidang kebijakan, teknologi, dan sosial. Tata kelola modern dan kultur kerja profesional menjadi kunci," ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi organisasi perlu didukung sistem kerja berbasis data dan nilai nidhomiyah—manajemen yang berlandaskan nilai dan rasionalitas.
"Nidhomiyah bukan sekadar disiplin organisasi, melainkan fondasi etika dan sistem yang membuat gerak organisasi efisien dan bermakna," tegasnya.
Dalam sambutan daring, Ketua Umum PP ISNU Prof Kamaruddin Amin menekankan peran strategis sarjana NU dalam pemberdayaan masyarakat.
"Ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat," katanya.
Pj Ketua PW ISNU Jatim Prof Muhammad Afif Hasbullah menyebut Rakorwil kali ini fokus pada penguatan tata kelola dan konsolidasi sistem berbasis kompetensi.
"Setiap cabang ISNU perlu berfokus pada potensi keilmuan dan kontribusi lokal, agar tidak terjebak dalam rutinitas seremonial," ujarnya.
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Mustaqim Bashari berpesan agar setiap kader menanamkan keikhlasan dalam pengabdian.
"Ilmu yang bermanfaat adalah yang diamalkan dengan tulus. Orang yang ikhlas akan menjadi energi utama gerak dakwah dan organisasi," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, peserta Rakorwil juga memanjatkan doa bagi para santri korban ambruknya musala di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo.
"Semoga mereka mendapat ampunan dan derajat syahid," ucap KH Sochib Arifin.
Rakorwil ISNU Jatim menghasilkan kesepakatan strategis memperkuat tata kelola, memperluas jejaring akademik, dan mempercepat sinergi lintas lembaga.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara ISNU Jatim dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo oleh Prof M Afif Hasbullah dan Prof Agus Purnomo.
