Madiun (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyiagakan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) guna mengantisipasi dan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi di wilayah setempat saat musim hujan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun Endik Rukmana di Madiun, Selasa, mengatakan tim Destana disiagakan di tiap desa, utamanya desa yang berada di wilayah rawan bencana.
"Upaya ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kabupaten Madiun, di antaranya gempa bumi, banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Menurut dia, tim relawan Destana tersebut rutin mendapatkan sosialisasi dan pelatihan tentang kesiapsiagaan dan penanganan bencana. Di antaranya upaya menyiapkan jalur evakuasi, hingga memastikan alat sistem peringatan dini bencana berfungsi optimal.
"Kami rutin melakukan sosialisasi bahaya gempa kepada masyarakat dan melakukan pengecekan 11 titik alat Early Warning System (EWS). Terakhir, kejadian gempa terjadi pada 2016 di Desa Klangon, Saradan. Kami juga menyiapkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan tanah longsor," kata Endik.
BPBD Madiun juga memantau kondisi cuaca secara real time melalui Command Center yang terhubung dengan sistem peringatan dini.
"Tercatat, ada sekitar 11 unit EWS untuk banjir, longsor, dan gempa yang rutin diperiksa agar tetap berfungsi dengan baik," katanya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia, BPBD juga menyiapkan logistik dan peralatan darurat, di antaranya tenda darurat, perahu karet, peralatan dapur umum, hingga truk logistik yang membawa makanan siap saji dan perlengkapan tanggap darurat lainnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan segera melaporkan ke posko terdekat apabila terjadi tanda-tanda bencana.
Berdasarkan pemetaan BPBD setempat, wilayah di Kabupaten Madiun yang diketahui rawan bencana hidrometeorologi, terutama banjir terdapat di Kecamatan Balerejo, Wonoasri, Madiun, Wungu, dan Pilangkenceng.
Sementara untuk wilayah pegunungan seperti Kare, Dagangan, Saradan, dan Gemarang berpotensi bencana tanah longsor dan banjir bandang.
