Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur meminta kepada warga akan pentingnya tertib administrasi kependudukan (Adminduk) agar berbagai program layanan publik dan bantuan sosial diterima tepat sasaran.

"Benefit yang bisa dirasakan secara langsung masyarakat ketika tertib Adminduk itu adalah intervensi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, bisa tepat sasaran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Eddy Christijanto di Kota Surabaya, Jumat.

Ia mengemukakan, program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) saat ini berbasis domisili sesuai kartu keluarga (KK) dan KTP. Sehingga, jika data tidak sesuai, bantuan bisa dibatalkan.

"Kemarin Kementerian Sosial ketika akan memberikan PKH itu akan dilakukan survei di lapangan. Ketika nama tersebut di alamat tersebut tidak ada, itu akan dibatalkan, itu akan dicoret,” ujarnya.

Menurut Eddy, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan masih ditemukan data fiktif penerima bantuan sosial yang disebabkan karena alamat yang tercantum di KK tidak sesuai dengan domisili sebenarnya.

"Oleh karena itu kami sampaikan kepada warga Kota Surabaya, misalnya alamatnya di Rungkut tapi sekarang mereka pindah atau kos di Tambaksari, kita arahkan mereka untuk pindah ke domisili yang saat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam kasus penanganan stunting, ditemukan data anak dengan alamat yang tidak sesuai kenyataan.

"Ketika dicek itu enggak ada, tetangganya enggak tahu. Akhirnya intervensi gizi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak bisa dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan data kependudukan juga menjadi dasar program pendidikan. Salah satunya dalam program program “satu keluarga miskin, satu sarjana”.

"Jika data keluarga tidak valid, maka program bisa salah sasaran," katanya.

Ia menegaskan, tertib administrasi juga akan mempermudah pelayanan publik lain. Mulai dari pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), hingga akses layanan perbankan.

"Jadi warga Kota Surabaya kami mohon untuk tertib Adminduk dengan melakukan update data kependudukan. Kita sudah memfasilitasi itu dengan semua pelayanan dalam jaringan, baik lewat KNG Mobile maupun website Dispendukcapil Surabaya,” ujarnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026