Ngawi (ANTARA) - Bupati Ngawi Ony Anwar melepas ekspor produk mainan Original Equipment Manufacturer (OEM) senilai 50 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp800 juta ke Negeri Paman Sam, yang diproduksi oleh PT GFT Indonesia Investment di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

"Ini merupakan ekspor pertama sejak PT GFT Indonesia Investment berinvestasi dan buka di Ngawi awal tahun 2025. Ini tentunya mendorong sektor-sektor lain ikut bergerak," ujar Bupati Ony saat kegiatan pelepasan ekspor perdana Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis.

Pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan PT GFT di Ngawi. Dengan investasi perusahaan produsen mainan tersebut di Ngawi, memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa bagi daerah tersebut.

Nilai investasi perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp600 miliar dan hingga saat ini telah mempekerjakan sekitar 1.000 pegawai.

PT GFT Indonesia Investment tersebut juga telah resmi menerima izin fasilitas kawasan berikat pada Februari 2025 dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II.

Fasilitas kawasan berikat itu diyakini memberi kemudahan fiskal dan prosedural bagi perusahaan, sehingga kinerja ekspor semakin melesat juga dapat menyokong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan.

"Tahun 2024 nilai investasi yang masuk di Ngawi mencapai hampir Rp2,7 triliun yang didominasi oleh perusahaan manufaktur. Dari jumlah itu sekitar Rp600 miliar disumbang dari PT GFT," kata Ony.

Pihaknya terus mendukung para perusahaan investor asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi di Kabupaten Ngawi. Sebab terbukti mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan di daerah setempat.

"Keberadaan PT GFT ini menjadi daya ungkit kegiatan ekonomi warga sekitar. Diantaranya, menyerap tenaga kerja, bisnis rumah indekos, makanan, dan kegiatan lain yang meningkatkan kesejahteraan warga sekitar," katanya.

Bupati menilai dengan semakin banyaknya perusahaan masuk ke Ngawi, maka kegiatan ekonomi Kabupaten Ngawi tidak hanya dari sektor pertanian namun juga didukung dari industri manufaktur.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026