Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Polres Tulungagung menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Kamis (4/9), sekaligus menegaskan akan menindak tegas setiap perbuatan anarkis.
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, Rabu menyebut, pengamanan melibatkan 1.500 personel TNI-Polri ditambah sekitar 4 ribu dari elemen masyarakat.
Kekuatan tersebut disiagakan merespons potensi kerawanan, merujuk pada insiden anarkis yang sebelumnya terjadi di Kediri dan Blitar.
"Kalau hanya mengandalkan TNI-Polri tidak cukup. Karena itu kita libatkan elemen masyarakat agar situasi tetap kondusif," ujarnya.
Ia mengungkapkan hasil intelijen menunjukkan adanya kemungkinan masuknya massa dari luar daerah, seperti yang juga terjadi pada aksi di Kediri dan Blitar. Karena itu, ia meminta masyarakat Tulungagung tidak mudah terprovokasi.
Taat menegaskan aparat akan bertindak tegas dan terukur sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009. "Ada enam tahapan, mulai dari kehadiran petugas, teguran lisan, hingga langkah terakhir penggunaan senjata api bila situasi anarkis membahayakan," katanya.
Polres juga meminta dukungan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kepala desa untuk memberikan edukasi agar warga tidak ikut aksi anarkis.
"Penyampaian pendapat di muka umum silakan, tapi harus tertib," tegas Kapolres.
Informasi yang diterima, aksi unjuk rasa akan diikuti sekitar 1.000 orang dengan titik konsentrasi di depan Mapolres, Kantor Pemkab, dan DPRD Tulungagung.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026