Mari kita jaga rumah besar kita bersama
Surabaya (ANTARA) - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin melepas patroli gabungan skala besar di Surabaya guna menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif pascakericuhan di Gedung Negara Grahadi, pada Sabtu (30/8) malam.
“Intinya rekan-rekan yang sedang melaksanakan patroli ini sifatnya menyapa masyarakat, sekaligus mengimbau supaya masyarakat, khususnya di Kota Surabaya, bisa benar-benar kondusif,” kata Mayjen TNI Rudy Saladin saat ditemui wartawan setelah pelepasan patroli di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu.
Mayjen TNI Rudi menjelaskan patroli tersebut dilaksanakan dengan dua rute setiap hari dan akan dilakukan secara berkesinambungan di sejumlah titik di Surabaya.
Menurut dia, patroli yang digelar bukan semata-mata untuk penegakan hukum tetapi bertujuan menyapa masyarakat serta mengimbau agar turut menjaga ketertiban.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai upaya bersama untuk mencegah terulangnya aksi-aksi anarkis seperti pengerusakan maupun penjarahan.
Selain itu, ia menekankan bahwa Surabaya dan Jawa Timur adalah rumah bersama yang harus dijaga oleh semua pihak, termasuk masyarakat.
“Mari kita jaga rumah besar kita bersama. Tindakan anarkis, kumpul-kumpul yang mengarah pada kerusakan, itu harus kita hindari,” ucapnya.
Mayjen Rudy pun memastikan bahwa aparat TNI dan Polri akan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pelanggaran maupun tindakan merusak sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Meski demikian, penegakan hukum tetap akan dilakukan melalui prosedur yang berlaku yakni terhadap oknum-oknum yang melanggar dan melakukan pembakaran maupun penjarahan.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya warga Surabaya untuk terus menjaga keamanan demi keberlangsungan hidup bersama.
“Apabila kondisi tidak kondusif, dampaknya sangat luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu mari kita jaga bersama kota ini, rumah besar untuk kita semua,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026