Tujuannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada sharing knowledge saja, tapi juga menghasilkan kontribusi nyata untuk masyarakat

Malang Raya (ANTARA) - Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) memaksimalkan penyelenggaraan International Community Service untuk menggali potensi yang ada di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat.

Koordinator International Community Service Unitri Malang Sulih Indrawati di Kota Batu, mengatakan para peserta agenda pengabdian masyarakat tingkat internasional itu tak hanya sebagai ajang berbagi pengetahuan, tetapi diupayakan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Tujuannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada sharing knowledge saja, tapi juga menghasilkan kontribusi nyata untuk masyarakat. Tadi dilakukan observasi pengelolaan lanskap, strategi branding, hingga pengembangan produk UMKM lokal," kata Sulih.

Total peserta program pengabdian masyarakat internasional itu berjumlah 50 orang. Mereka tidak hanya berasal dari kampus mitra UNTRI tetapi juga beberapa negara, seperti Thailand dan China.

International Community Service merupakan rangkaian agenda "17th Asian Conference of Landscape Architecture (ACLA) and 3rd Asian Academy of Culture (ACA) International Symposium 2025".

Sulih menjelaskan penggalian potensi dilakukan menggunakan metode observasi dan memunculkan sejumlah catatan, seperti potensi Watu Gede untuk dikembangkan menjadi edu park hingga kelengkapan soal informasi bahan dan tanggal kadaluarsa pada produk UMKM setempat.

Menurut dia, aspek tersebut perlu diperkuat sehingga potensi yang ada di Kota Batu bisa semakin eksis di pasar internasional. 

"Perspektif dari peserta internasional membuka wawasan baru," ucapnya.

Selain mengenalkan Kota Batu, agenda pengabdian masyarakat disebutnya menjadi jalan penting bagi UNITRI untuk memperlebar nama kampus ke kancah internasional.

"Kami ingin menunjukkan UNITRI punya relasi dan bisa memberikan dampak dan manfaatnya bagi kami, yakni jejaring dan peluang kolaborasi ke depan," katanya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026