Kami harapkan terus diupayakan menjaga kerukunan dan kebersamaan
Kediri (ANTARA) - Pengurus Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, menyebutkan HUT Ke-80 RI ini merupakan momentum yang tepat untuk bersama-sama saling menjaga kerukunan dan kebersamaan.
Ketua Umum Pesantren Wali Barokah Kediri K.H. Sunarto mengatakan HUT Ke-80 RI merupakan momentum sangat tepat untuk saling menjaga kerukunan sebab hal itu adalah yang mutlak dan perlu sehingga harus saling dijaga.
"Kami harapkan terus diupayakan menjaga kerukunan dan kebersamaan sesuai tema peringatan HUT Ke-80 ini," katanya di Kediri, Minggu.
Ia mengatakan, momentum HUT Ke-80 ini juga menjadi evaluasi tentang hal yang selama ini telah dikontribusikan dari pondok pesantren untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tentu kami belajar dari evaluasi ini bertekad ke depan lebih baik lagi dalam rangka memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara terutama bagaimana agar lebih maksimal mengisi kemerdekaan dengan karya nyata," kata dia.
Ia menambahkan, pesantren adalah tempat para pemuda dan pemudi mencari ilmu, sehingga di pesantren sekaligus sebagai media untuk menjaga moralitas.
"Yang paling penting kami senantiasa berusaha untuk membekali anak-anak santri bisa lebih meningkat karakternya dan bisa melaksanakan sebaik-baiknya sehingga ke depan generasi penerus akan berikan warna bagi kehidupan bangsa yang lebih baik," kata Sunarto.
Dalam momentum HUT Ke-80 RI ini, ia menyebut di pesantren banyak sekali kegiatan yang bertujuan meningkatkan semangat kebersamaan.
Selain upacara bendera Merah Putih, juga berbagai lomba seperti gobak sodor, bola voli, sepak bola, cerdas cermat, dan berbagai macam lomba lainnya.
Para santri juga semangat mengikuti kegiatan tersebut. Selain olahraga, kegiatan itu bisa semakin meningkatkan kemampuan sesuai bidangnya masing-masing.
Sementara itu, dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan RI tersebut, santri mengikuti upacara di halaman Pesantren Wali Barokah Kediri.
Mereka mengenakan seragam. Untuk santri putra ada yang mengenakan baju batik dan celana, santri putri mengenakan baju panjang warna putih serta bawahan berwarna hitam dan berkerudung hitam. Ada juga pelajar yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Upacara tersebut berlangsung dengan khidmah mulai dari awal kegiatan, sampai selesai termasuk untuk pengibaran bendera Merah Putih.
Dalam kegiatan itu, selain dihadiri santri, pelajar, juga dari jajaran pengurus pesantren dan tamu undangan lainnya. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.