Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, membeberkan sejumlah strategi untuk merealisasikan target panen tebu yang mencapai 4,2 juta ton lebih pada 2025.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Avicenna Medisica, di Malang, Jumat, mengatakan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menggencarkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan kepada para petani.
"Target tahun ini 4.296.880 ton, kalau di 2024 produksinya 4.212.627 ton tebu, untuk meningkatkan itu kami lakukan pendampingan melalui peran PPL," kata Avicenna.
Kemudian, katanya lagi, upaya tersebut juga dibarengi dengan memperbaiki benih tebu, sehingga produktivitas panen bisa terus meningkat.
Avicenna menambahkan, pihaknya juga menyiapkan varietas tebu Cening untuk ditanam di lahan pertanian di Kabupaten Malang.
Varietas itu disebutnya memiliki produktivitas hasil tanam lebih tinggi ketimbang dua varietas lainnya yang banyak ditanam, yakni Bululawang (BL) dan Pringu.
"Lebih tinggi (Cening) bisa sampai 180 ton per satu hektare. (BL dan Pringu) provitas (hasil) 100-120 ton per hektare," ujarnya pula.
Realisasi tanam tebu sepanjang 2024 mencapai 47.016 hektare. Sedangkan, untuk 2025 diprediksi mencapai 48.128 hektare.
"Panen raya pada Agustus-September. Hasil panen (Januari-Juni 2025) 804.706 ton," ujar dia lagi. Rata-rata setiap panen raya di wilayah Kabupaten Malang bisa menghasilkan 90 ton per hektare.
Ia menyebut tebu dari Kabupaten Malang didistribusikan ke dua pabrik gula, yakni Pabrik Gula (PG) Krebet dan PG Kebonagung.
Lalu, ada sebagian yang dikirimkan ke pabrik gula di beberapa daerah di Jawa Timur.
"Estimasi pasokan tebu untuk Kebonagung 25 persen, Krebet 25 persen, dan ada yang dipasok ke pabrik gula di Kabupaten Kediri, Blitar, dan Pasuruan. Harga tebu fluktuatif, kalau tahun lalu tertinggi mencapai Rp130 ribu per kuintal," kata dia.
Kepala Subseksi Personalia dan Umum PG Kebonagung Rakhmadi Iffat mengatakan bahwa target pada musim giling tahun ini paling tidak sama dengan tahun sebelumnya.
"Bisa hasilnya sama dengan tahun lalu kurang lebih 15 ribu ton," kata dia.
Ditanya ketersediaan stok gula sampai pekan ini, dia memperkirakan jika masih ada sekitar 11-12 ribu ton.
"Kami ke distributor besar, nanti sistemnya mereka akan mendistribusikan ke pasar," ujarnya lagi.
Selain itu, dia menyatakan bahwa tren penjualan gula di pasaran mulai merangkak naik, setelah sebelumnya mengalami penurunan dalam kurun beberapa waktu terakhir. Penyebabnya adalah masih banyaknya gula yang tersedia di pasaran.
"Situasi seperti ini bisa diruntun dari Juli itu sudah terlihat trennya turun, tetapi kalau sekarang sudah mulai merangkak naik," katanya pula.
