Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Timur Rabindhra Aldy mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendukung konektivitas Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru.
"Belanja APBN infrastruktur konektivitas mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru," katanya dalam media briefing di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Penggunaan APBN diantaranya digunakan untuk membangun pelabuhan yakni tujuh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan pagu Rp200 miliar termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak dan yang terbesar yakni KSOP Kalianget dengan pagu Rp58 miliar.
Di sektor pelabuhan, APBN juga digunakan untuk enam Unit Penyelenggara Pelabuhan dengan pagu Rp122 miliar yakni alokasi terbesar untuk Unit Penyelenggara Pelabuhan Sapudi di Sumenep.
Selanjutnya digunakan untuk Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Perak dengan alokasi Rp100 miliar termasuk Penyediaan Prasarana dan Sarana Bidang Konektivitas Laut serta untuk Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Surabaya dengan alokasi Rp59 miliar.
Tak hanya infrastruktur pelabuhan, APBN turut digunakan untuk tiga unit pengawas bandara dengan pagu Rp104 miliar terdiri dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah III dengan pagu Rp63 miliar serta Unit Penyelenggara Bandara Harun Thohir dan UPBU Trunojoyo Rp40 miliar.
Terakhir, APBN digunakan untuk konektivitas darat seperti pembangunan jalan sejauh 28 kilometer Rp1,07 triliun termasuk pembangunan jalan di Jember dan Banyuwangi sepanjang 14,56 kilometer senilai Rp567 miliar.
Konektivitas darat itu juga dilakukan terhadap pemeliharaan dan preservasi jalan sepanjang 2.253 kilometer sebesar Rp753 miliar meliputi preservasi pemeliharaan rutin serta preservasi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan.
Berikutnya, dukungan penanganan jembatan daerah 478 meter dengan alokasi Rp28,7 miliar yakni pembangunan jembatan gantung untuk diserahkan ke pemda/masyarakat di Kediri, Bangkalan, Nganjuk, Tulungagung, Banyuwangi, dan Bondowoso.
APBN untuk konektivitas darat juga untuk pembangunan, preservasi dan pemeliharaan jembatan 32.139 meter dengan pagu Rp246,4 miliar meliputi pembangunan jembatan strategis, pembangunan jembatan kereta api, dan pemeliharaan/preservasi rutin jembatan.
Kemudian turut digunakan untuk prasarana bidang konektivitas perkeretaapian 17 kilometer Rp204,6 miliar meliputi peningkatan jalur KA lintas Surabaya-Banyuwangi segmen Jember-Kalisat.
