Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Trenggalek menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten Trenggalek untuk menguatkan langkah sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba yang dimulai dari lingkup keluarga.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Fatikatur Rahmah, di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis mengatakan bahwa keterlibatan keluarga merupakan hal yang penting untuk membentengi anak-anak dari bahaya narkoba.

"Ketika berbicara tentang narkoba, kita tidak hanya berbicara tentang zat berbahaya, tetapi juga tentang nyawa, masa depan, dan harapan," ujar Fatikatur, yang juga istri Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara.

Komitmen untuk menguatkan langkah sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba yang dimulai dari lingkup keluarga itu tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Fatikatur dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Trenggalek.

Ia menambahkan, dampak narkoba tidak hanya merusak individu penggunanya saja, tetapi juga melukai keluarga dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Karena itu, keluarga dinilai sebagai benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Menurutnya, PKK memiliki keunggulan jaringan hingga ke tingkat dasawisma, yang memungkinkan penyampaian edukasi pencegahan narkoba secara langsung dan personal kepada masyarakat.

"Kerja sama dengan BNNK Trenggalek bukan sekadar program di atas kertas, tetapi gerakan bersama," katanya.

Ia menambahkan, bahwa BNN dan PKK memiliki peranan masing-masing salam upaya penguatan sosialisasi bahaya narkoba. BNN akan memberikan pengetahuan dan strategi pencegahan, sedangkan PKK membawa kedekatan dan kepercayaan dari masyarakat.

"Jika keduanya bergandengan tangan, kita memiliki kekuatan besar untuk melindungi generasi dari bahaya narkoba," ujarnya menegaskan.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026