Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan kepada seluruh warga di provinsi itu, untuk tidak mengibarkan bendera lain selain Bendera Merah Putih selama bulan kemerdekaan.
"Kita ini Merah Putih harga mati. Jadi mari kita bersama-sama saling hormati, utamanya saat ini kita berada di bulan kemerdekaan. Yaitu dengan tidak mengibarkan bendera lain selain Bendera Merah Putih. Tanamkan jiwa dan raga kita untuk Merah Putih," kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Minggu.
Ia menegaskan Bendera Merah Putih sebagai simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijunjung tinggi, dihormati, dan dijaga kesakralannya. Oleh sebab itu, pengibaran bendera di Bulan Kemerdekaan sepatutnya berlangsung tanpa interupsi.
Khofifah mengaku rutin membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, seperti di Kabupaten Probolinggo dan Sampang.
"Tentu kami berharap seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu bulan penuh untuk menguatkan rasa cinta kita kepada NKRI," ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.14.1/26008/033.3/2025, tertanggal 30 Juli 2025, tentang tema, logo, dan partisipasi menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
SE itu menindaklanjuti SE Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025, tertanggal 28 Juli 2025, yang salah satu poinnya mengimbau pengibaran bendera secara serentak mulai 1–31 Agustus 2025.
Selain di rumah warga, Pemprov Jatim juga melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mengeluarkan SE kepada seluruh armada dan layanan kesehatan (yankes) untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih.
“Bulan ini adalah bulan kemerdekaan. Mari bersama-sama kita kibarkan Bendera Merah Putih di mana pun kita berada. Ini bentuk cinta kepada Indonesia," katanya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.