Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Jawa Timur, Suwarjana menargetkan pembagian paket seragam gratis bagi siswa baru di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri tuntas pada akhir Agustus 2025.

"Agustus harus selesai semuanya untuk seragam gratis ini," kata Suwarjana di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

Paket seragam gratis untuk jenjang SD berisi seragam putih merah. Sedangkan pada jenjang SMP berupa seragam putih biru. Masing-masing paket seragam gratis juga dilengkapi seragam pramuka dan atribut, seperti topi dan dasi untuk masing-masing jenjang pendidikan.

Penyerahan seragam gratis bagi setiap murid baru, kata dia, dilakukan melalui masing-masing koperasi sekolah.

Ditanya mengenai progres penyerahan, Suwarjana mengaku jika sampai saat ini baru 10 persen pelajar yang menerima dari total keseluruhan target pada dua jenjang pendidikan tersebut yakni sebanyak 14 ribu murid baru.

Rinciannya adalah 7.000 untuk pelajar SD negeri dan 7.000 lainnya untuk pelajar SMP negeri.

"Baru 10 persenan atau sekitar 1.500-an yang sudah menerima seragam ini. Itu akumulasi jumlah penerima, baik yang SD maupun SMP negeri," ucapnya.

Suwarjana menyatakan persentase penerima yang masih terbilang minim ini karena pihaknya harus menyesuaikan terlebih dahulu antara proses pengadaan dengan ketersediaan anggaran pelaksanaan program.

Disdikbud Kota Malang menganggarkan total Rp6 miliar untuk melaksanakan program ini.

"Lelangnya kan sampai September, karena kemarin memang pengadaan belakangan sesuai dengan penganggaran. Itu dari efisiensi, bukan pagu murni," ujar dia.

Selain itu dia menyebut bahwa belum ada rencana untuk menambahkan item lain, salah satunya adalah sepatu sekolah di dalam paket bantuan pendidikan tersebut untuk tahun depan.

Pihaknya menegaskan belum ada anggaran tambahan untuk pengadaan sepatu gratis bagi siswa baru.

"Tidak ada, anggarannya tidak ada. Jadi belum memiliki rencana ke sana," tutur Suwarjana.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026