Banyuwangi (ANTARA) - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Jawa Timur, banjir pesanan batik tulis (canting) motif jeruji dari Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan atau PIPAS Jatim.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan batik tulis yang dinamai batik jeruji karya warga binaannya itu sampai saat ini telah memroduksi sekitar 600 lembar kain batik.
"Sampai sekarang sudah tercatat sebanyak 688 kain batik tulis telah didistribusikan ke beberapa Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Jawa Timur," kata Wayan dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.
Menurutnya, pesanan batik tulis dari PIPAS Jawa Timur itu merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan karya warga binaannya, dan itu menjadi bukti bahwa keterampilan dan pembinaan yang diberikan di Lapas Banyuwangi benar-benar bermanfaat.
Wayan menyampaikan pesanan batik itu akan digunakan untuk berbagai pertemuan rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan Jatim.
"Motif batik tulis yang diproduksi juga disesuaikan dengan kebutuhan yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Jawa Timur," katanya.
Batik tulis motif jeruji karya warga binaan Lapas Banyuwangi itu, kata Wayan, sebelumnya dikenal dengan motif gajah oling jeruji dan kualitas produksi yang tidak kalah dengan perajin batik profesional.
"Warga binaan kami yang terlibat dalam produksi batik tulis ini mendapatkan pelatihan dari para ahli batik, sehingga mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai tinggi," ujarnya.
Wayan menambahkan, keterampilan batik tulis bagi warga binaan itu sebagai sarana pembinaan dan menjadi wadah bagi para narapidana untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
"Dengan keterampilan membatik yang dimiliki, harapan kami mereka mandiri dan memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan," katanya.*
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.