Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur menjadikan Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025 sebagai laboratorium yang menyatukan teknologi dan inovasi dengan kearifan lokal untuk membangun ekosistem budaya dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan pada era digital.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad di Kota Surabaya, Kamis, mengatakan transformasi digital ini tak hanya memperkaya budaya kota, tetapi juga memberdayakan generasi muda Surabaya sebagai agen perubahan yang mencakup empat inovasi kepemudaan dan 16 inovasi budaya.

"Perhatian besar dalam kategori masyarakat umum diberikan pada Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan, serta kategori baru Inovasi Young Inventor. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mendorong partisipasi aktif pemuda sekaligus melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya melalui sentuhan inovasi,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini daerah dengan sebutan "Kota Pahlawan" itu membuktikan revolusi seni dapat dimulai dari inisiatif Rumah Kreatif di Balai Pemuda. Rumah Kreatif telah menjadi laboratorium kreativitas bagi arek Suroboyo dengan menyediakan pelatihan seni dan budaya gratis setiap akhir pekan.

Rumah Kreatif juga menjadi benteng pelestarian budaya lokal, menghidupkan kembali seni tradisional, seperti ludruk, karawitan, dan tari Jawa, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif tingkat rumah tangga dan kampung. Inovasi ini tidak berhenti di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya juga mengembangkan 24 Kampung Kreatif.

“Dengan 13 kelas seni yang beragam, mulai dari sastra, modern dance, tari remo, vokal, seni lukis, karawitan, perkusi, hingga pelatihan MC berbahasa Jawa, program ini berhasil mendemokratisasi seni, memberikan akses gratis bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan bakat mereka,” katanya.

Pemkot Surabaya memiliki Kampung Tematik sebagai magnet ekonomi kreatif, sebab, saat ini, Surabaya telah berevolusi menjadi laboratorium kreativitas terbesar di Indonesia, dengan 44 Kampung Tematik yang tersebar di seluruh kota. Setiap Kampung Tematik memiliki cerita unik yang mencerminkan identitas lokal yang kuat, mengubahnya menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang mengedepankan keunggulan, pariwisata, dan ekologi.

Terdapat tiga kategori Kampung Tematik yang merefleksikan kekayaan potensi lokal. Pertama, 21 Kampung Unggulan yang menonjolkan kelebihan khusus dalam bidang ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, dan lingkungan, seperti Kampung Semanggi, Kampung Kue, dan Kampung Lontong.

Kedua, 17 Kampung Wisata yang menawarkan pengalaman autentik melalui kerajinan lokal, kuliner khas, dan budaya tradisional, contohnya Wethan Wonderland dengan konsep akulturasi budaya lokal dan mancanegara. Ketiga, enam Kampung Ekologi yang berfokus pada teknologi hijau, pengelolaan sampah, dan pertanian organik, seperti Kampung Tenggilis Mejoyo yang mendaur ulang tutup botol plastik menjadi perabot.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026